Fungsi Internet Tak Sekadar Search Engine

232
BERBAGI INFORMASI: Komunitas bisnis dunia maya di Semarang berfoto bersama setelah mendapat berbagai informasi dan tips aman berbisnis di interet dari Smartfren, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI INFORMASI: Komunitas bisnis dunia maya di Semarang berfoto bersama setelah mendapat berbagai informasi dan tips aman berbisnis di interet dari Smartfren, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – “Tanya Mbah Google”. Sepertinya itu kalimat yang kerap dilontarkan ketika seseorang terbentur kebuntuan mencari informasi. Search engine itu memang tergolong ampuh mencari artikel terkait keyword yang dimasukkan. Tapi sayang, masih banyak yang belum mengoptimalkan layanan ini untuk mencari informasi yang berguna di ranah pendidikan.

Karena itu, Jawa Pos Radar Semarang menggandeng Smartfren, salah satu provider penyedia layanan internet, menggelar edukasi bagi para guru di bawah bendera Yayasan Pendidikan Sultan Agung di SMP Islam Sultan Agung 01, Selasa (25/8) kemarin. “Kebetulan, Smartfren juga punya misi mencerdaskan bangsa. Jadi, penetrasi lewat jalur pendidikan dirasa cukup efektif. Kami membantu memberikan pebgetahuan kepada para guru mengenai keuntungan-keuntungan dari internet yang bisa diimplementasikan dalam dunia pendidikan,” kata Head of Community Development Smartfren Dani Akhyar.

Dalam edukasi yang dikemas seperti seminar kilat yang diikuti perwakilan dari SD Islam Sultan Agung 1-3, SMP Walisongo, dan SMP Hassanudin itu, pihak Smartfren membagikan dua modem router Andromax M2Y kepada masing-masing sekolah. Modem yang bisa menampung 25-30 user dalam radius 30 meter itu diharapkan bisa digunakan para guru untuk mencari materi atau referensi sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar.

Dikatakan Dani, dengan memanfaatkan internet yang telah berada di jalur 4G LTE ini, para guru bisa dengan cepat mengakses semua hal yang berkaitan dengan pendidikan. “Tidak menutup kemungkinan, layanan berkecepatan tinggi ini bisa mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas,” paparnya.

Siang itu, narasumber Solichul Hadi, pakar IT dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas di dunia maya yang disuguhkan untuk kepentingan pendidikan. Dia mebuturkan, internet itu kalau bisa jadi bermanfaat, atau justru merusak. Terutama bagi anak-anak yang notabene rentan dengan pornografi yang tengah marak di dunia maya. “Jadi para guru dan orangtua harus lebih melek internet. Sebenarnya kan sudah ada internet sehat yang bisa dimanfaatkan untuk memininalisir anak-anak membuka situs dewasa,” ucapnya.

Jika dikemas positif, lanjut Hadi, siswa bisa mendapatkan informasi pendidikan yang bisa jadi memudahkan guru. Dia mencontohkan, ada layanan internet berlabel ‘Drop Box’ untuk mengumpulkan tugas atau membagikan materi pembelajaran. “Fasilitas itu terbukti efektif dan sudah saya terapkan sebagai dosen di kampus. Jadi antara guru dan siswa tidak tergantung dengan tatap muka. Meski di luar jam pelajaran pun, mereka tetap bisa melakukan kegiatan belajar mengajar meski dengan cara lain,” tegasnya.

Huda juga menganjurkan agar para guru punya blog sendiri. Dengan memanfaatkan penyedia laman blog gratis seperti Blogspot, WordPress, dan lain sebagainya, para pengajar ini bisa mengunggah materi-materi pelajaran yang bisa diakses semua siswa. Lewat blog itu, bisa juga dicantumkan link untuk mengunduh e-book sebagai tambahan referensi belajar. “Internet itu sebenarnya sangat efektif di dunia pendidikan. Apalagi sekarang anak SD saja sudah pegang gadget yang bisa konek ke internet. Hanya saja, mungkin SDM-nya yang belum siap,” tambahnya.

Setelah memberikan sosialisasi kepada para pendidik, mereka bergeser ke Saung Dapoer Kampoeng untuk menyapa beberapa komunitas di Semarang. Sebut saja Komunitas Fotografi Semarang (KFS), KoMUnitas Couch Surfing Semarang (KCSS), Loenpia.net, Kelas Sineroom Semarang (KSS), Komunitas PKBM, serta Komunitas Internetclun Unisbank. Di sana, Huda lebih banyak menjelaskan mengenai tips aman berbisnis di interet. (amh/smu)