Ambil Undian, Pendukung Adu Kekuatan

284
PENGAMBILAN NOMOR URUT : Ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan telah mengambil nomor urut di kantor KPU Kota Pekalongan Basir, Selasa (25/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGAMBILAN NOMOR URUT : Ketiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan telah mengambil nomor urut di kantor KPU Kota Pekalongan Basir, Selasa (25/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Pengambilan undian nomor calon dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Pekalongan di kantor KPU Kota Pekalongan, diwarnai saling adu kekuatan massa pada Selasa (25/8) kemarin. Acara yang dijadwalkan digelar pukul 14.00, molor hingga 20 menit.

Dua pasangan datang lebih awal dari jadwal pukul 13.30 dengan dikawal oleh ratusan pendukung masing-masing. Yakni pasangan Dwi Heri Wibawa dan Sutarip Tulis Widodo yang diusung Partai Golkar serta pasangan Hakam Naja dan Nur Chasanah yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra.

Yang menarik, kedua pasangan ini sama-sama memakai dress code putih-putih, namun pendukung Hakam-Nur Chasanah menambahkan pita merah putih di lengannya.

Sedangkan pasangan calon Achmad Alf Arslan Djunaid dan Mochamad Saelany Mahfudz yang diusung PDIP dan PKB datang terlambat lantaran melakukan konvoi terlebih dahulu. Pasangan ini yang menyebabkan jadwal pelaksanaan pemilihan nomor urut molor hingga 20 menit. Lantaran KPU Kota Pekalongan memilih menunggu semua pasangan calon datang, baru acara dimulai.

Hal tersebut memicu aksi protes mantan Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad. Bahkan, sempat emosi lantaran KPU tidak segera memulai acara. “Acara kenapa molor terus. Ini acara negara, kenapa tidak dimulai. Mana ketua KPU? Mana Pak Basir,” protes Basyir Ahmad sambil keluar aula mencari ketua KPU.

Menurut Basyir, seharusnya acara dibuka saja, terus diskorsing. Jangan dibiarkan molor seperti ini. “Kalau perlu ditunda besok pagi saja, kalau kayak gini. KPU kalau gini menganakemaskan salah satu paslon,” kesalnya.

Bahlna dirinya sempat membawah paslon jagoannya, pasangan Dwi Heri-Sutarip Tulis keluar KPU. Namun akhirnya dibawa masuk kembali. “Kalau seperti ini, KPU tidak berani tegas. Terlihat, ada yang tidak pas. Padahal ini acara resmi negara,” sungutnya.

Akhirnya acara dimulai pukul 14.20, setelah paslon Alex -Saelan tiba. Akhirnya pasangan Alex-Saelan mendapat nomor urut 1, Hakam-Nur Chasanah nomor urut 2 dan Dwi Heri-Sutarip Tulis nomor 3.

“Agenda selanjutnya adalah memberikan pengawalan kepada pasangan calon. Hari ini, kami serahkan kepada 18 anggota polisi untuk mengawalnya,” kata Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir.

Selain itu, kata Basir, agenda hari juga digelar Ikrar Damai yang mana setiap paslon berjanji untuk pelaksanaan Pilwalkot damai. Selain harus mematuhi aturan, paslon juga harus menyosialisaikan ke pendukungnya.

Dari pantuan, di luar aula pendukung ketiga paslon cukup atraktif dan terus mwmberikan yel-yel ke jagoannya. Yang cukup atraktif adalah pendukung Alex-Saelan. Bahkan mereka sempat saling ejek dengan pendukung Hakam Naja.

Sementara itu, setiap paslon yang dikonfirmasi cukup senang dengan nomor urut yang didapat. “Nomor 1 adalah nomor pertama dan nomor pemenang,” kata Alex optimistis.

Demikian halnya dengan Dwi Heri. Menurutnya, nomor urut tiga sangat cocok dengan bahan kampanye yang selama ini sudah digelar. “Tiga itu, tiga langkah. Satu dibuka, dua dilihat, dan tiga dicolos,” ucapnya seru.

Bubaran acara, pendukung paslon terutama dari kubu Hakam Naja dan Alex sempat memacetkan Jalan Sriwijaya, karena pulangnya kembali melakukan konvoi. (han/ida)