Polisi Antisipasi Kerusuhan Pilwalkot

188
RICUH: Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar petugas gabungan untuk menghadapi Pilwalkot Semarang 9 Desember mendatang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RICUH: Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar petugas gabungan untuk menghadapi Pilwalkot Semarang 9 Desember mendatang. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aksi menolak hasil Pilwalkot Semarang dilakukan ratusan warga. Mereka menggeruduk kantor KPU Kota Semarang, Senin (24/8) pagi. Perwakilan warga sempat melakukan pertemuan dengan anggota KPU Kota Semarang. Namun pertemuan berakhir buntu alias tidak membuahkan kesepakatan. KPU bersikukuh tidak bersedia membatalkan hasil pilwalkot. Hal itu semakin membuat ratusan warga geram. Dengan beringas massa merusak fasilitas yang ada. Kerusuhan pun terjadi. Warga beramai-ramai memorak-porandakan fasilitas umum di depan kantor KPU.

Saat itulah, personel Polrestabes Semarang yang melakukan penjagaan terpaksa melakukan tindakan preventif. Mereka mengerahkan mobil barier untuk membatasi gedung KPU dengan pagar berduri. Hal itu dilakukan agar massa tidak sampai merangsek ke dalam Gedung Pandanaran, tempat KPU berkantor. Suasana pun semakin memanas. Polisi terpaksa mengerahkan pasukan berkuda, anjing pelacak, dan personel Brimob Polda Jateng. Tembakan water cannon dan gas air mata sempat disemprotkan ke arah massa yang semakin anarkis. Mereka melempar berbagai benda ke arah barisan petugas. Namun massa yang ricuh akhirnya berhasil diredam petugas.

Tak diduga, selang beberapa saat, kerusuhan kembali terjadi di tempat lain karena massa melakukan aksi penjarahan kotak surat suara dan hasil pilwalkot. Tim antihuru-hara dan TNI berkoordinasi untuk menetralisir keadaan. Beberapa orang yang dinilai sebagai provokator diamankan petugas ke dalam mobil untuk dibawa ke Mapolrestabes Semarang.

Sempat terjadi saling lempar dan perusakan fasilitas umum serta pembakaran ban bekas yang memacetkan lalu lintas, anggota TNI mulai melepaskan peluru peringatan, dan berhasil melumpuhkan beberapa provokator dan biang kerusuhan. Tak tinggal diam, petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang segera dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar akibat aksi penjarahan dan kerusuhan yang terjadi.

Adegan di atas memang hanya simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar untuk menjaga kesigapan para personel keamanan dalam menghadapi momen Pilwalkot Semarang 9 Desember mendatang. Sebanyak 1.777 personel dilibatkan dalam simulasi yang dipimpin langsung Kapolrestabes Kombes Pol Burhanudin.

”Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan rasa aman, seperti perintah presiden. Dilakukan sesuai SOP (standar operasional prosedur). Saya juga akan berada di tengah-tengah,” kata Burhanudin.

Pada simulasi kemarin sebanyak 1.777 personel dikerahkan, namun saat pilwalkot sebanyak 1.888 personel Polrestabes Semarang yang akan diterjunkan dalam melakukan pengamanan proses pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. Namun, kata dia, dalam pengamanan nanti Satuan Brimob hanya diprioritaskan untuk aksi anarkis yang cenderung tidak terkendali. ”Pengamanan sesuai SOP. Terutama jika dalam unjuk rasa ada yang melanggar hukum akan kami tindak tegas,” ujarnya. (amu/aro/ce1)