Paslon Independen Gugur, Hanya Tiga

146

PEKALONGAN–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan akhirnya hanya menetapkan tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan sebagai peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Pekalongan, Senin (24/8) kemarin. Ketiga pasangan tersebut adalah pertama, Dwi Heri Wibawa dan Sutarip Tulis Widodo yang diusung Partai Golkar. Kedua, Hakam Naja dan Nur Chasanah yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra. Dan ketiga Achmad Alf Arslan Djunaid dan Mochamad Saelany Mahfudz yang diusung PDIP dan PKB.

“Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota telah memenuhi syarat. Sedangkan pasangan independen, tidak mengambil berkas pendaftaran dan lembar kelengkapan KTP dukungan. Sehingga otomatis dinyatakan gugur,” kata Ketua KPU Kota Pekalongan Basir dalam konferensi pers usai Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai Peserta Pilwalkot Pekalongan Tahun 2015.

Menurutnya, tiga pasangan tersebut ditetapkan melalui Pengumuman KPU Kota Pekalongan Nomor 569/ KPU-kota-012-329543/VIII/2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai Peserta Pilwalkot Pekalongan Tahun 2015. “Selanjutnya dilakukan penetapan nomor urut paslon, yang akan diundi hari ini, Selasa (25/8). Pengundian nomor urut akan digelar dalam rapat terbuka, sekalian berbarengan dengan adanya Ikrar Damai paslon,” imbugnya.

Ditegaskan pula, paslon dan tim sukses harus menyerahkan laporan pengeluran dana kampanye sebelum pencoblosan atau sekurang-kurangnya pada 6 Desember 2015. KPU sendiri sudah menyiapkan dana Rp 1,5 miliar untuk kampanye bagi semua calon. “Ada perubahan, jika kamarin maksimal dana kampanye Rp 3,3 miliar, sekarang dinaikkan menjadi Rp 4 miliar untuk setiap paslon. Harus dilaporkan, kalau tidak akan dapat sanksi,” tegasnya.

Setelah ditetapkan sebagai peserta Pilwalkot Pekalongan, kata Basir, tiga pasangan tersebut akan mendapat pengawalan dari Polres Pekalongan Kota. Menanggapi hal itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan menyatakan akan mengawal calon selama 24 jam nonstop. “Calon yang sudah ditetapkan, akan kami kawal 24 jam nonstop. Sejak adanya penetapan ini,” ucapnya saat penyerahan personel Polri Pengawalan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan, Senin (24/8) kemarin.

Dijelaskan, dalam pengawalan tersebut sudah disediakan 3 pengawal untuk satu calon wali kota dan wakil wali kota. Pengawalannya selama 24 jam nonstop, termasuk saat ada kegiatan maupun saat di rumah. “Sehingga total ada 18 polisi yang ditugaskan,” tuturnya.

Termasuk 3 Polwan yang disiapkan untuk mengawal calon wakil wali kota perempuan, Nurchasah pasangan Hakam Naja. “Mereka tidak sekadar mengawal, namun sudah dibekali kemampuan dasar. Termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait saat dilakukan gelar kampanye,” terang Luthfie.

Ditambahkan, kampanye Pilkada kali ini sangat panjang. Baik yang dialogis atau tertutup. Untuk porsi pengawalan, disesuaikan dengan calon, namun tetap dengan standar keamanan. “Mereka akan melekat terus sampai pelantikan,” terusnya.

Sementara itu, anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pilwalkot Pekalongan Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, MSH Habib mengatakan bahwa setelah ditetapkan sebagai peserta Pilwalkot Pekalongan, tim sukses harus membersihkan atribut alat peraga kampanye (APK). “Sebelum tanggal 27 Agustus tidak boleh mengadakan rapat dalam bentuk apapun. Kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan KPU terkait hal ini,” tegasnya. (han/ida)