SEMARANG – Sektor kesehatan perlu mendapat perhatian serius dari Pemprov Jawa Tengah. Sebab, sampai saat ini, peningkatan kualitas kesehatan masih belum maksimal.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Joko Purnomo mengatakan, hal tersebut dapat dilihat dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di provinsi ini. ”Tentu ini harus menjadi catatan serius bagi pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota,” ujarnya. Tahun 2014 lalu, angka kematian ibu melahirkan di Jateng mencapai 711 kasus. Sementara hingga triwulan pertama tahun ini telah muncul 115 kasus. ”Kita berharap, kasus-kasus ini bisa terus ditekan,” katanya.

Selain itu, kematian bayi (0-1 tahun) juga masih cukup tinggi. Tahun 2014 ditemukan 5.666 kasus. Sementara tahun ini sudah ditemukan 1.271 kasus. Hal serupa juga terjadi pada kematian balita (0-5 tahun). Pada 2014 lalu ditemukan 6.645 kasus. Sementara tahun ini sudah muncul 1.493 kasus. ”Padahal mereka lah generasi, generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan di provinsi ini. Karena itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Menurut Joko, kesehatan merupakan salah satu bidang yang harus mendapat prioritas. Sebab, jika masyarakat sehat, maka pembangunan akan terus berjalan. ”Sehat itu menjadi modal utama. Mau bekerja, mau sekolah, jika tidak sehat, maka akan terganggu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menegaskan, upaya memperbaiki taraf kesehatan masyarakat terus dilakukan. ”Kita juga terus bersinergi dengan kabupaten/kota untuk meningkatkan taraf kesehatan ini,” tandasnya. (ric/ce1)