Dibongkar, Penadah 27 Motor Curian

502
HASIL KEJAHATAN: Dua penadah berhasil diamankan tim Resmob Polrestabes Semarang. Foto lain, petugas sedang menaikkan sepeda motor hasil curian ke dalam truk. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
HASIL KEJAHATAN: Dua penadah berhasil diamankan tim Resmob Polrestabes Semarang. Foto lain, petugas sedang menaikkan sepeda motor hasil curian ke dalam truk. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BARUSARI – Dua pria asal Dukuhseti, Pati, Jateng, ditangkap atas dugaan menjadi penadah motor colongan. Sebanyak 27 motor disita oleh tim Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang. Mereka diduga jaringan curanmor yang berperan menerima ”buangan” motor curian yang berasal dari Kota Semarang.

Saat ini, tim Resmob yang dipimpin Kasubnit I Aiptu Janadi masih mengejar eksekutor yang diduga sindikat komplotan Batursari Mranggen Demak. Komplotan pencuri motor kelas kakap tersebut memiliki wilayah aksi di Kota Semarang.

Dua penadah itu masing-masing; Wakijan alias Koci, 47, dan Muadhim alias Moto, 29. Keduanya merupakan warga yang berprofesi sebagai petani di daerah Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jateng.
Keduanya didakwa menjadi penadah motor curian. Motor curian tersebut dijual di perkampungan di daerah Dukuhseti Pati.

Tersangka Wakijan sendiri mengaku sudah lupa berapa jumlah motor curian yang ia terima. Berdasarkan pengakuannya, praktik penadahan motor curian itu telah dilakukan sejak setahun silam. ”Saya sudah lupa berapa jumlahnya. Menerima barang sejak setahun lalu,” ujar pria yang tinggal di Dukuhseti RT 2 RW 3, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/8).

Dijelaskannya, setiap satu minggu, Wakijan mengaku menerima dua motor curian. Motor curian tersebut dibeli dengan harga antara Rp 3 juta hingga Rp 3,8 juta. ”Saya beli dari Andong dan Tri. Dijual lagi ke warga sekitar, untungnya berkisar Rp 400 ribu per-motor,” kata pria yang sebelumnya bekerja di tambak tersebut.

Untuk mengelabui polisi, Wakijan menitipkan sejumlah motor di rumah para tetangganya. ”Selama ini, motor hasil curian baru laku terjual maksimal 15 hari,” imbuhnya.

Sedangkan Muadhim mengaku sejauh ini baru membeli motor curian berjumlah 24 motor berbagai jenis. ”Kalau dapat motor begituan saya pakai sendiri terlebih dulu. Nanti kalau ada yang berminat membeli baru dijual,” katanya.

Terpisah, seorang pemuda bernama Andre Haryanto, 31, warga Wonosobo, juga dibekuk oleh tim Resmob Polrestabes Semarang karena mencuri motor di Kota Semarang. Ia bahkan baru dua hari keluar dari penjara atas kasus pencurian handphone. ”Saya ke Semarang hendak mencari kerja. Mencari rumah teman tidak ketemu. Karena tidak punya uang, saya mencuri motor di daerah Tlogosari,” katanya.

Pria yang pernah bekerja sebagai teknisi bengkel mobil itu mengaku mencuri motor dengan cara merusak kunci setang menggunakan alat yang dibawanya. ”Saya mencuri motor baru kali ini. Karena kepepet. Motornya belum sempat terjual. Saya dipergoki warga dan dimassa,” katanya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan pihaknya menangkap dua pengepul motor hasil pencurian dan satu pelaku curanmor. ”Pengepul ini membeli motor tanpa dilengkapi dokumen surat-surat kendaraan. Barang-barang dari Semarang dijual di daerah Dukuhseti Pati. Pelaku utamanya masih kami buru,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur untuk membeli motor tanpa dilengkapi surat-surat. Sebab, motor tanpa dilengkapi surat cenderung rawan dari hasil kejahatan. ”Kemudian, bagi warga yang merasa pernah kehilangan kendaraan bermotor, silakan mengecek di Mapolrestabes Semarang. Bawa dokumen kelengkapan atau surat-surat kendaraan, apabila cocok, silakan motor diambil secara gratis. Tanpa dipungut biaya,” terangnya. (amu/zal/ce1)