Meriah: Ratusan siswa terlihat asik dan semangat mengikuti berbagai perlombaan olahraga tradisional. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)
Meriah: Ratusan siswa terlihat asik dan semangat mengikuti berbagai perlombaan olahraga tradisional. (Dinar sasongko/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Keberadaan olahraga tradisional saat ini sudah mulai ditinggalkan tergerus dengan budaya modern. Untuk itu, Pemkot Salatiga terus melakukan berbagai cara untuk melestarikan permainan tradisional. Sebab, permainan itu mengandung nilai kesehatan dan juga sangat menghibur jika dimainkan bersama – sama.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Salatiga, Gati Setiti meminta masyarakat tidak melupakan permainan tradisional. Seperti lomba teklek (terompah), balap karung, tarik tambang, dagongan (saling dorong dengan bambu) punah. “Ini adalah olah raga tradisional yang menyehatkan juga menjadi hiburan pagi atlet juga para penonton,” jelas Gati Setiti usai membuka Lomba Olah RagaTradisional/Rekreasi tingkat SMA dan SMP tingkat Kota Salatiga di Lapangan Kridanggo,(24/8).

Dia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengenalkan dan mengembangkan olah raga tradisional kepada masyarakat. Olah raga tersebut merupakan warisan nenek moyang dan budaya bangsa yang sudah selayaknya dilestarikan. Untuk tingkat SMA dan SMP, olah raga tradisional yang dilombakan adalah terompak, tarik tambang dan dagongan.

“Harapannya olah raga tradisional Indonesia ini bisa diperlombakan di ajang internasional seperti olympic games. Olah raga tradisional ini juga mampu menjadi aset perekonomian, pariwisata bagi bangsa,” imbuh dia.

Meski menahan teriknya matahari dan kepulan debu para siswa sangat senang mengikuti lomba. Finanda, siswa MAN Salatiga kela XII mengaku senang mengikuti lomba tradisional ini. “Meski tanpa latihan dan persiapan khusus saya merasa senang bisa ikut lomba dagongan. Walaupun kalah, saya tetap semangat menonton pertandingan lainnya sekalian memberikan semangat teman-teman,” aku Finanda.

Begitu juga dirasakan Milka dan Mely siswa SMA Kristen I Salatiga juga mengaku rileks dengan mengikuti lomba. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi hiburan para siswa ditengan padatnya jam belajar. Persiapan yang dilakukan hanya sekali kurang lebih satu jam di sekolah. Selain itu makan banyak dan istirahat yang banyak agar saat tanding stamina baik.

Panitia kegiatan, Handayani Qosim mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diadakan di tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. “Tanggal 17 September ini para pemenang akan diikutkan dalam lomba atau seleksi tingkat Provinsi di Rindam Magelang. Bagi para pemenang di di tingkat provinsi akan mewakili Jawa Tengah di ajang serupa tingkat nasional di Bali,” ungkap Handayani Qosim.

Adapun juara hingga terakhir pantauan adalah, untuk lomba terompah beregu putra juara I SMPN &, juara 2 MTs , Juara III SMPN 2. Sementara putri, juara I SMPN 7, juara II SMPN 5 dan juara III SMPN 10. Sedangkan juara tarik tambang tingkat SMA putri juara I SMA Kristen I, Juara II SMKN Sultan Fatah dan Juara III SMKN I.

Sementara uang pembinaan yang diberikan kepada juara adalah: lomba balap karung beregu tingkat SD juara I 500 ribu, juara II 400 ribu dan juara III 300 ribu. Untuk tarik tambang beregu juara I 750 ribu, juara iI 650 ribu dan juara III 500 ribu. Lomba Egrang, terompah beregu dan dogongan, juara I 500 ribu, juara II 400 ribu dan juara III 300 ribu.(sas/fth)