FSPI Optimistis Sibagus Jadi Solusi Masalah Buruh

264
PROBURUH: Pasangan Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso (Sibagus) saat deklarasi dukungan Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROBURUH: Pasangan Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso (Sibagus) saat deklarasi dukungan Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI) kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Federasi Serikat Pekerja Independen (FSPI) telah sepakat mengawal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso (Sibagus) dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Mereka merasa Sigit yang berlatar belakang pengusaha dan Agus dari birokrat mampu memberi solusi bagi permasalahan para buruh yang selama ini tidak pernah terselesaikan.

Ketua Umum FSPI Suwardiyono mengaku, dua pasangan calon lain yang pernah memimpin Kota Semarang dianggap tidak pro dengan nasib buruh. Taraf hidup dan kesejahteraan mereka merasa tidak disentuh, malah makin mengacaukannya. Terbukti, belakangan terjadi banyak kasus PHK dan UMK di Semarang masih sangat jauh di bawah ibu kota lain di Pulau Jawa.

”Selama dua kepemimpinan sebelumnya, belum pernah ada solusi masalah buruh seperti pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja sepihak, sistem kontrak, outsourcing, hingga masih rendahnya UMK,” ujarnya setelah melakukan deklarasi dukungan FSPI kepada pasangan Sigit-Agus di Sibagus Centre, Jalan Veteran Nomor 65 Semarang, Minggu (23/8).

Dia menilai, background pengusaha yang dimiliki Sigit bisa lebih peduli dengan para buruh. ”Pasti Pak Sigit bisa mengerti mengetahui kondisi pekerja. Dia juga sudah punya pengalaman memimpin para buruh. Dan saya yakin benar, ketika memimpin perusahaannya, dia tidak hanya mengejar profit, tapi juga mempertimbangkan kesejahteraan karyawannya,” kata Suwardiyono.

Lepas dari itu, lanjut dia, FSPI melihat pasangan Sibagus bisa lebih welcome terhadap masukan dari para buruh. Karena itu, FSPI yang kini dihuni 4.617 buruh ber-KTP Semarang telah bertekad satu suara untuk mendukung Sibagus menjadi Wali Kota Semarang periode 2016-2021 mendatang.

Tidak asal mendukung dan melakukan deklarasi, Suwardiyono mengaku akan ada dukungan riil. Seperti membeli semua atribut kampanye Sibagus yang hasilnya akan dikembalikan di tim sukses untuk membantu program lain.

”Banyak yang bilang, kami merapat ke Sibagus hanya untuk mencari keuntungan. Kenyataannya tidak. Kami justru membeli semua atribut kampanye yang seharusnya digratiskan. Seperti kaus, topi, stiker, dan lain sebagainya. Anggota kami akan iuran untuk membeli itu semua. Nantinya uang tersebut bisa digunakan tim sukses untuk melakukan program lain,” tuturnya.

Selain itu, Suwardiyono juga akan mengajak puluhan federasi buruh lain yang ada di Kota Semarang untuk turut mendukung Sibagus. Pihaknya mengaku, selama ini memang banyak buruh yang masih alergi politik. ”Tapi demi perubahan dan peningkatan kesejahteraan, mereka harus sadar diri. Pastinya, para keluarga buruh juga akan satu suara dengan kami,” tegas Suwardiyono.

Sigit mengungkapkan, buruh merupakan salah satu elemen masyarakat yang harus diperhatikan. Nyaris semua perputaran ekonomi melibatkan para buruh yang bekerja di balik nama besar sebuah perusahaan. ”Apalagi kondisi perekonomian tengah merosot. Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah bahkan beberapa waktu lalu sempat menembus Rp 14 ribu. Ini sangat mengkhawatirkan terutama bagi kaum buruh. Terus melemahnya rupiah akan menyebabkan daya beli masyarakat turun, sebab 60 persen produk di Indonesia merupakan barang impor,” kata Sigit.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga akan memengaruhi kesejahteraan. Sehingga, dia menilai perlunya revisi UMK untuk meningkatkan taraf hidup buruh. Karena itu, UMK harus segera direvisi untuk kesejahteraan buruh. Wali kota harus mengusulkan jumlah UMK, kemudian diajukan kepada gubernur. ”Jika terpilih nanti, tidak hanya sekadar memperhatikan UMK/UMR, namun buruh harus dibantu dengan beberapa program subsidi seperti fasilitas kesehatan, transportasi, dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,” janjinya. (amh/aro/ce1)