BAKAL MATI SURI: Skuad PSIS utama diperkirakan bakal lama vakum karena situasi sepak bola nasional yang kondusif. Untuk mengisi kevakuman, manajemen PSIS dan klub anggota PSIS akan fokus membina pemain muda. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
BAKAL MATI SURI: Skuad PSIS utama diperkirakan bakal lama vakum karena situasi sepak bola nasional yang kondusif. Untuk mengisi kevakuman, manajemen PSIS dan klub anggota PSIS akan fokus membina pemain muda. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski kompetisi Divisi Utama masih belum jelas kapan akan digulirkan, manajemen PSIS tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga eksistensi tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut.

Salah satu yang tengah menjadi prioritas adalah pemberdayaan pemain-pemain muda dimana nantinya diharapkan pemai-pemain tersebut sudah dalam kondisi siap jika kmpetisi telah mendapatkan titik terang kapan akan digulirkan.

CEO PT Mahesa Jenar Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya mengatakan, pada prinsipnya, PSIS masih tetap akan enggunakan tenaga-tenaga pemain muda entah itu bibit potensial dari Semarang maupun sekitarnya. “Rencananya memang kami ingin tetap memberikan fasilitas latihan kepada pemain-pemain potensial. Harapannya, dengan latihan terprogram dan terpadu, stamina dan fisik para pemain dapat selalu terjaga,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Pria yang juga Ketua Komisi E DPRD Jateng itu mengatakan, meski kondisi sepak bola saat ini masih belum menentu, pabrik pemain di tim kebanggaan warga Kota Semarang jangan sampai terhenti. PSIS ingin mewadai pemain-pemain muda berbakat di Semarang.

Hal itulah yang juga menjadi bahasan utama dalam pertemuan manajemen PSIS dengan 25 perkumpulan sepak bola (PS) selaku pemegang saham PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) yang di gelar semalam.

Agenda rapat adalah laporan kegiatan tahun ini. Kemudian meminta petunjuk dari para pemegang saham untuk menentukan langkah PSIS di kemudian hari. Dengan begitu segala risiko yang akan ditanggung di kemudian hari menjadi tanggung jawab bersama. “Prinsipnya kami ingin mendengar seluruh aspirasi dari 25 PS demi kemajuan PSIS dan juga bagaimana caranya agar PSIS bisa tetap eksis ditengah ketidakpastian sepak bola saat ini,” ujar Yoyok Sukawi. (bas/smu)