Simulasi: Aparat kepolisian menyemprotkan air kearah pengunjukrasa dalam simulasi pengamanan pilkada Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
Simulasi: Aparat kepolisian menyemprotkan air kearah pengunjukrasa dalam simulasi pengamanan pilkada Demak, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Dari sejumlah wilayah di Demak, Kecamatan Mranggen menjadi salah satu daerah paling rawan terjadi konflik dalam pilkada desember mendatang. Aparat kepolisian terus melakukan berbagai langkah untuk antisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, desa-desa yang menjadi titik rawan juga dalam pantauan intensif aparat kepolisian. “Desa-desa yang terdapat tim sukses calon yang saling berdekatan dengan berbeda calon termasuk rawan konflik. Karena itu, kita lakukan antisipasi,”kata Kapolres didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni, disela memimpin simulasi pengamanan pilkada di Alun-Alun Kota Demak, kemarin.

Kapolres menambahkan, pengamanan dilakukan sesuai prosedur dan tahapan yang ada. Meski demikian, bila terjadi aksi anarkis massa, pihak keamanan akan bertindak tegas termasuk melumpuhkan dengan peluru karet. “Jadi, sistem pengamanan simpamkota ini sebagai kesiapan menghadapi pilkada setelah sebelumnya kita lakukan rapat koordinasi lintas sektoral,”ujar kapolres.

Sementara itu, Bupati Demak HM Dachirin Said mengatakan, pilkada harus dilaksanakan dengan kondisi yang aman. Menurutnya, untuk mensukseskan pilkada tersebut, pemkab telah menganggarkan dana sangat besar. Sedangkan, dana khusus untuk pengamanan pilkada sendiri mencapai Rp 1,25 miliar. “Tentu kita tidak ingin terjadi sebagaimana yang disimulasikan tadi. Meski demikian, semua harus ada antisipasi sehingga siap dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Kita apresiasi langkah Polres tersebut,”ujar bupati. (hib/fth)