DnS Taekwondo Academy Mulai Raih Prestasi

1552
TAK SEKADAR JUARA: Para atlet D n S Taekwondo Academy tengah berlatih di dojangnya, di aula SMKN 7 Semarang kemarin. (IST)
TAK SEKADAR JUARA: Para atlet D n S Taekwondo Academy tengah berlatih di dojangnya, di aula SMKN 7 Semarang kemarin. (IST)

SEMARANG – Umurnya baru seumur jagung. Namun bicara prestasi, klub taekwondo DnS patut diperhitungkan. Terakhir di even Salatiga Open Taekwondo Championship 2015, 8-9 Agustus 2015 lalu, Derry and Samuel (DnS) Taekwondo Academy, meraih gelar juara umum III. Prestasi ini cukup bagus, sebab klub ini hanya menyertakan 29 atletnya, jauh lebih sedikit dibanding dengan 52 tim lain yang rata-rata mengikutkan lebih dari 50 atlet.

DnS Taekwondo Academy baru terbentuk sekitar tiga bulan sebelum kejuaraan di Salatiga berlangsung, tepatnya pada 5 Mei 2015. “Puji syukur kepada Tuhan, atas dukungan para orang tua atlet dan semangat berlatih dari para atlet, klub kita mendapat hasil yang cukup memuaskan. Sebab di even tersebut sebenarnya kami hanya ingin menimba pengalaman untuk para atlet,” tutur pelatih DnS Taekwondo Academy, Derry Darmansyah, kemarin.

Klub ini digagas oleh Derry Darmansyah dan Samuel Christandy, dua mantan atlet nasional asal Kota Lunpia. Nama duo sahabat tersebut sudah tidak asing lagi di dunia per-taekwondo-an Tanah Air. Derry Darmansyah adalah pemegang medali emas cabang olaraga taekwondo di SEA Games 2001 Malaysia dan 2003 Vietnam. Sementara Samuel, selain atlet pelatnas, dia adalah jawara dan pemain terbaik kejuaraan taekwondo pelajar tingkat nasional tahun 2002.

Pensiun dari atlet, bukan berarti kecintaan terhadap taekwondo luntur. Dengan kemampuan yang dimiliki, berikut pengalaman bertanding, membuat keduanya termotivasi ingin lebih membumikan Taekwondo di kota asalnya. Semangatnya adalah membentuk generasi muda yang berani, tangguh, berkarakter rendah hati dan jujur sesuai filosofi dari olahraga taekwondo itu sendiri. “Juara bukan tujuan akhir bela diri taekwondo. Bagaimana membentuk karakter anak menjadi tangguh, tidak mudah menyerah, jujur serta taat kepada Tuhan dan orang tua adalah yang utama. Ketika hal itu bisa dicapai maka si anak sudah menjadi juara,” timpal Samuel.

DnS Taekwondo Academy berhome-base di SMKN 7, kawasan Simpang Lima Kota Semarang. Aula lantai dua di sekolah yang dulu dikenal sebagai STM Pembangunan itu dijadikan dojang (tempat berlatih) bagi lebih dari 50 anak dan remaja. Latihan rutin dilakukan tiga kali dalam sepekan, yakni Senin, Kamis dan Jumat, mulai sekitar pukul 18.30 WIB hingga selesai. Termasuk melakukan latih tanding dengan dojang lain, guna menambah pengalaman bertanding para atlet. “Kita siap mencetak atlet kota Semarang yang berprestasi di level nasional hingga internasional,” tegas Derry. (smu)