Blusukan di Pasar, Agus Jadi Rebutan Pedagang

280
ANTUSIAS: Calon Wakil Wali Kota Semarang Agus Sutyoso saat blusukan di Pasar Mijen, Jumat (21/8) pagi. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Calon Wakil Wali Kota Semarang Agus Sutyoso saat blusukan di Pasar Mijen, Jumat (21/8) pagi. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN – Calon Wakil Wali Kota yang mendampingi Sigit Ibnugroho, Agus Sutyoso mendadak jadi seperti artis ketika blusukan di Pasar Mijen, Jumat (21/8) pagi kemarin. Nyaris semua pedagang dan pembeli di pasar tersebut berteriak histeris sembari meminta foto bareng dengan mantan Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang ini.

Dalam kesempatan itu, Agus yang didampingi dua maskot Superman dan beberapa personel tim pemenangan juga membagi-bagikan stiker dan selebaran bergambar pasangan Sigit-Agus (Sibagus).

Agus yang memang ingin menyapa seluruh warga Pasar Mijen dengan telaten meladeni mereka. Sembari foto bareng, dia juga menjawab semua uneg-uneg yang dikeluhkan para pedagang dan pengunjung pasar. Seperti yang diungkapkan Wati, salah satu pedagang kaus kaki.

Dia coba memberikan masukan program agar para pedagang pasar yang notabene penyedia kebutuhan pokok warga di sekitar pasar tersebut untuk mendapatkan perhatian lebih. ”Mbok saya dan para pedagang lain dikasih beasiswa untuk anak-anak kami. Biar gratis,” harapnya.

Sembari ngobrol-ngobrol dengan Wati, Agus tampak memilih beberapa kaus kaki yang digelar di lapak tersebut. Setelah obrolan mengenai program usai, Agus membeli kaus kaki dan langsung mengenakannya. ”Kaus kakinya saya beli dan langsung dipakai ya Bu. Kalau begini, saya akan selalu ingat masukan dari Bu Wati,” ungkap Agus yang harus dipegang Bu Wati saat mengenakan kaus kaki.

Tidak hanya kaus kaki, Agus bersama tim juga memborong beberapa sembako dan sayuran yang ditawarkan di Pasar Mijen. Dikatakan Agus, semua belanjaan tersebut akan dimasak dan makan bareng di pondok pesantren terdekat.

Dalam blusukan pasar kali ini, Agus Sutyoso tidak saja mendapatkan simpati warga. Namun simpati dari tukang ojek pun didapat sosok yang memilih ngojek untuk membagikan sayuran yang dibeli untuk bisa dimanfaatkan oleh anak-anak pondok pesantren.

Melihat antusias itu, Agus optimistis mampu meraup paling tidak 80 persen suara dari para pedagang pasar tradisional.

”Kami menargetkan mendapat suara 80 ribu dari kunjungannya di 46 pasar tradisional di Kota Semarang. Selain pusat keramaian seperti mal dan titik-titik keramaian kota lainnya juga dijadikan pilihan untuk bisa meraup simpati masyarakat Kota Semarang di Pilwalkot 9 Desember mendatang,” ungkapnya. (amh/aro/ce1)