Bank Syariah Mandiri Tumbuh 100 Persen

826
POTENSIAL: Seorang teller Bank Syariah Mandiri tengah menjelaskan keunggulan Tabungan SimPel iB kepada nasabah BSM, kemarin. (Eny Susilowati/Jawa Pos Radar Semarang)
POTENSIAL: Seorang teller Bank Syariah Mandiri tengah menjelaskan keunggulan Tabungan SimPel iB kepada nasabah BSM, kemarin. (Eny Susilowati/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, membuat bisnis bank syariah menjadi potensial berkembang. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) misalnya, saat ini mengalami pertumbuhan dana kelola atau Dana Pihak Ketiga (DPK) yang cukup pesat, hingga 100 persen dibandingkan tahun lalu.

Heri Suhendro Branch Manager PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Semarang mengungkapkan, hingga saat ini DPK BSM secara nasional mencapai angka Rp 59 triliun. Sedangkan khusus di wilayah Jateng dan DIY DPK BSM berada di angka Rp 3,567 triliun. “Solo merupakan kota dengan pertumbuhan DPK terbaik dibandingkan kota lain di Jawa Tengah. Tepatnya pertumbuhan DPK BSM Solo naik Rp 105 miliar dibanding tahun lalu, kenaikannya lebih dari 100 persen,” ungkap Heri. Dipaparkan, kontribusi terbesar pemberi DPK berasal dari produk tabungan 60 persen, deposito 25 persen dan giro 15 persen.

Sedangkan untuk Pembiayaan Dana Berputar (PDB) BSM Jateng dan DIY, pertumbuhan terbaik dicapai oleh BSM Semarang, Solo, Jogja dan Kendal. “Kenaikan PDB dari 4 kota tersebut mencapai 100 persen, sedangkan kantor cabang BSM lainnya seperti di Purwokerto, Pekalongan, Tegal, Salatiga, Kudus dan Pati mengalami kenaikan PDB sekitar 90 persen dari target,” imbuhnya.

Hingga saat ini pembiayaan terbesar BSM digunakan untuk kredit produktif komersial untuk menggerakkan perekonomian di Indonesia. Prosentasenya sekitar 60 hingga 70 persen untuk kredit produktif komersial, sisanya untuk kredit konsumtif seperti pembelian mobil, rumah, emas, talangan haji dan lain-lain. Adapun untuk total PDB BSM Jateng dan DIY saat ini sebesar Rp 3,469 triliun. Meski demikian hingga akhir tahun nanti, BSM area Jateng dan DIY menargetkan bisa memperoleh DPK hingga Rp 4,2 triliun dan PDB di angka Rp 4 triliun.

Guna mencapai target tersebut, salah satu upaya yang dilakukan BSM adalah berpartisipasi di event iB Vaganza bersama mitra binaannya seperti CV Bejo Sehat Makmur, Perumahan The Amaya, Butik Aisyah dll, hingga tanggal 23 Agustus mendatang di Mall Ciputra Semarang. “Selain itu kami juga berupaya mensukseskan program pemerintah terkait dengan peluncuran Tabungan SimPel iB yang dilakukan Presiden Jokowi pada Juni lalu. Di mana bagi anak-anak mulai dari usia PAUD hingga SMA bisa memanfaatkan tabungan ini agar memiliki sifat gemar menabung,” terangnya.

Adapun untuk sekolah yang saat ini sudah mengikuti program Tabungan SimPel iB BSM adalah sekolah Darul Qur’an School TK dan SD, juga SD Negeri Sadeng 3 Semarang. “Cukup dengan setoran awal Rp 1.000 (seribu rupiah), nasabah sudah bisa mendapatkan buku tabungan,” katanya. (eny/smu)