KAJEN-Jumlah pemilih di beberapa wilayah di Kecamatan Wonokerto cenderung menurun terus. Pasalnya, masyarakat nelayan lebih memilih melaut daripada ikut pemilihan umum (Pemilu) baik pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

“Beberapa desa nelayan di Kecamatan Wonokerto, tingkat pemilih yang ikut mencoblos pada pemilu tak pernah lebih dari 60 persen dari jumlah pemilih. Mereka para nelayan lebih memilih melaut daripada ikut mencoblos saat Pemilu,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan, Mudasir, Kamis (20/8) kemarin.

Karena itulah, KPU Kabupaten Pekalongan, melakukan sosialisasi dini tentang Pilkada Kabupaten Pekalongan. Sosialisasi tersebut untuk mengajak masyarakat nelayan agar memiliki kesadaran ikut memilih. “KPU telah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi tentang pentingnya ikut mencoblos saat Pilkada mendatang,” tandasnya.

Menurutnya, KPU selalu memberikan pemahaman bahwa suara warga nelayan dalam Pilkada, sangat berpengaruh pada peralihan pimpinan kepala daerah. “Dengan sosialialiasi tentang pentingnya ikut mencoblos dalam Pilkada ini, kami yakin jumlah para nelayan yang ikut mencoblos, bisa lebih dari 60 persen,” kata Mudasir optimistis.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pekalongan, Wiranto, membenarkan jika para nelayan lebih memilih melaut, jika dibandingkan ikut mencoblos saat Pemilu. Selama ini, para nelayan masih menganggap bahwa Pemilu bukan hal yang penting dan suara mereka tidak berpengaruh jika ikut atau tidak dalam Pemilu. Karena itulah, HNSI Kabupaten Pekalongan, turut membantu KPU menyosilisasikan pentingnya ikut mencoblos saat Pilkada mendatang.

“Kebetulan untuk bulan Desember mendatang adalah musim darat. Artinya, nelayan biasanya beristirahat pada dua minggu pertama pada bulan Desember, sambil menunggu musim melaut, yakni pertengahan Desember hingga bulan Februari. Maka kami yakin, jumlah pemilih yang mencoblos saat Pilkada mendatang akan meningkat,” tegas Wiranto.

Sementara itu, Polres Pekalongan akan menerjunkan 380 personel anggotanya dalam pengamanan Pilkada 2015 di Kota Pekalongan pada Desember 2015 mendatang. Bahkan, jika sewaktu-waktu dibutuhkan akan dikerahkan personel tambahan dari dinas terkait seperti Satpol PP dan maupun aparat TNI.

“Selain menerjunkan 380 anggota Polisi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan akan dikerahkan personel tambahan dari dinas terkait seperti Satpol PP dan sejenisnya. Termasuk dalam hal ini TNI,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfie Sulistiawan, saat menggelar simulasi penanganan Pemilu di halaman Stadion Kraton di Pekalongan Barat, Kamis (20/8) kemarin. (thd/han/ida)