Tentukan Masa Depan PSIS

345
VAKUM LAMA: Kapten PSIS Fauzan Fajri berselebrasi setelah PSIS menjuarai turnamen Piala Polda Jateng, 3 Agustus lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
VAKUM LAMA: Kapten PSIS Fauzan Fajri berselebrasi setelah PSIS menjuarai turnamen Piala Polda Jateng, 3 Agustus lalu. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) rencananya Hari (21/8) ini akan melakukan pertemuan dengan 25 perkumpulan sepak bola (PS) untuk membahas kelanjutan tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

Pertemuan tersebut kata CEO MJS, AS Sukawijaya intinya pihak klub ingin bertukar pikiran dengan 25 PS dan juga para tokoh sepak bola Semarang terkait vakumnya kompetisi yang berimbas kepada vakumnya tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang itu.

”Kami ingin meminta masukan dan saran dari 25 PS dan sesepuh sepak bola untuk menghadapi situasi ini. Harapannya, ada jalan terbaik yang bisa diambil PSIS. Di sisi lain, kami tetap menyiapkan program-program jangka pendek untuk mengisi kekosongan,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Yoyok mengatakan, keberadaan 25 PS tidak bisa dilepaskan dari PSIS. Mereka memiliki sejarah panjang bersama tim kebanggaan warga Kota Semarang. Selain itu mereka juga memiliki saham minoritas di MJS. “Makanya ingin bertukar pikiran membahas nasib tim bagaimana enaknya,” lanjut Yoyok.

Ini bukan kali pertama manajemen PSIS bertukar pikiran dengan 25 PS. Sejak mengambil alih PSIS pada 2013 lalu, MJS rutin mengadendakan pertemuan dengan 25 PS setiap akhir musim. Bagaimanapun juga 25 PS tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan PSIS.

Sementara Ketua PS TCS Daud Joko Ganavianto menyampaikan. Pada dasarnya, sebuah klub sepak bola dapat berjalan bila ada kompetisi. Mereka membutuhkan pemasukan untuk biaya operasional tim saat latihan, gaji pemain dan pelatih. ”Dari kompetisi, klub mendapatkan pemasukan, mulai tiket penonton hingga sponsorship. Namun, bila tidak ada kompetisi, klub akan susah mendapatkan sponsor. Sponsor butuh wadah untuk mempromosikan diri, salah satunya penonton,” katanya..

Keikutsertaan di berbagai turnamen, sambungnya, dapat memperpanjang nafas tim. Namun, itu hanya sasaran antara dan bukan menjadi tujuan sebenarnya. Setiap klub memiliki pertimbangan sendiri saat mengikuti sebuah turnamen, termasuk PSIS yang tidak tampil di Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden.

Meski demikian, dia tetap meminta agar PSIS tetap menggelar latihan. Untuk menghemat pengeluaran, latihan tidak perlu dilakukan se-intensif seperti biasanya. Dengan begitu, para pemain dapat tetap menjaga kondisi sehingga siap bila sewaktu-waktu kompetisi diputar. (bas/smu)