JK Minta Genjot Pasar Otomotif Dalam Negeri

267
WAPRES KUNJUNGI STAN DAIHATSU: Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi  President Daihatsu Motor Company Ltd Masanori Mitsui (kiri), Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Djony Bunarto Tjondro dan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR melihat Great New Xenia saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, kemarin. (AGUS FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
WAPRES KUNJUNGI STAN DAIHATSU: Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi President Daihatsu Motor Company Ltd Masanori Mitsui (kiri), Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Djony Bunarto Tjondro dan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR melihat Great New Xenia saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, kemarin. (AGUS FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANGERANG- Kondisi perekonomian dunia yang tengah menurun berimbas pada penjualan mobil maupun sepeda motor di Indonesia. Hal itu terlihat dari data penjualan otomotif hingga pertengahan 2015 ini. Karena itu, para pengusaha otomotif diminta meningkatkan penjualan di pasar dalam negeri. Hal itu dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Kamis (20/8) siang.

“Apa yang bisa dikembangkan ekonomi nasional adalah kembangkan pasar dalam negeri. Pasar dunia harga menurun, sehingga tidak mudah,” kata JK didampingi Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Gubernur Banten Rano Karno, dan mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. Hadir juga Ketua Umum Gaikindo yang juga Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Sudirman MR.

Menurut JK, pengembangan pasar dalam negeri itu memungkinkan. Apalagi melihat kondisi di mana saat perekonomian dunia menurun, perekonomian Indonesia mampu tumbuh di angka empat persen. Serta semakin berkembangnya kalangan ekonomi menengah di Tanah Air. Selain itu, tambah wapres, ekspor kendaraan juga jumlahnya cenderung konstan. Tetapi, ekspor tetap tidak bisa diandalkan. Sehingga pilihan utama adalah menggenjot pasar dalam negeri.

Pada kesempatan itu, wapres juga meminta industri otomotif mengedepankan penggunaan komponen yang berasal dari industri dalam negeri. “Itu salah satu sumbangsih Anda (pengusaha otomotif),” ujar dia.

JK mengatakan, dengan menggunakan komponen dalam negeri, maka secara tidak langsung akan memajukan industri atau pengusaha dalam negeri. Tentunya hal itu akan menciptakan keseimbangan dan perekonomian Tanah Air bisa berjalan.

Dia mencontohkan, untuk membangun transmisi pembangkit listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) ataupun membangun jembatan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemPUPR), harus menggunakan komponen dari pengusaha dalam negeri. Sehingga akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran.

Ia berharap industri mobil dan sepeda motor dalam negeri tetap berkembang dengan pasar yang ada. Hal itu demi menjaga pasar dalam negeri. “Saling dukung dan kerja sama sehingga industri dan pasar bisa berjalan,” paparnya.

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR, mengatakan, penjualan kendaraan bermotor atau mobil semester pertama 2015 ini lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Dia menyebutkan, penjualan mobil pada semester pertama ini mencapai 525 ribu unit atau turun 18 persen. Sehingga diperkirakan penjualan tahun ini sekitar 950 ribu hingga 1 juta unit. Pada 2014 lalu, penjualan otomotif nasional ditutup sebanyak 1,2 juta unit. Sedangkan ekspor kendaraan pada 2015 diperkirakan akan tetap sama tahun lalu. Mengingat hingga semester pertama mencapai 170 ribu unit. Sudirman mengatakan, produksi mengalami penurunan sebesar 14 persen.

Chief Executive PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Djony Bunarto Tjondro, menambahkan, kondisi lesunya perekonomian ikut berimbas pada penjualan otomotif. Hal itu dikarenakan daya beli masyarakat menurun. Makanya, banyak APM (Agen Pemegang Merek) tidak ingin sesumbar pada target penjualan tahun ini. “Kita tidak bisa memprediksi kondisi pasar di semester kedua ini, di tengah menurunnya pasar otomotif. Kita juga masih menunggu realisasi belanja pemerintah yang sudah bergerak di semester kedua ini,” tutur Djony.

Meskipun demikian, kata dia, optimisme tetap ada. Apalagi Daihatsu baru saja mengeluarkan produk andalan baru Great New Xenia yang juga dihadirkan pada pameran GIIAS ini. Menurut dia, banyak keunggulan di Xenia terbaru itu, namun harganya hanya naik sedikit dari model sebelumnya. (aro)