Spesialis Pencuri Pakan Ternak Diringkus

262
DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno mengintrogasi para tersangka pencurian pakan ternak dan traktor. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno mengintrogasi para tersangka pencurian pakan ternak dan traktor. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Petugas gabungan Polsek Sumowono dan Polres Semarang sukses menangkap komplotan spesialis pencuri pakan ternak dan traktor. Yakni Sutrimo alias Jambul, 29, warga Bergas dan Muhamma Frengky Tukijan, 33, warga Tuntang, Kabupaten Semarang. Selain pelaku, petugas mengamankan sejumlah pupuk dan mesin traktor hasil curiannya. Sedangkan seorang tersangka lainnya Eko masih buron.

Wakapolres Semarang, Kompol Sunarno mengatakan, kasus ini terungkap berkat laporkan Duarte Pinto yang mengaku kandang ayam miliknya di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, dibobol pencuri, Kamis (30/4), sekitar pukul 04.00. Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 17 sak pakan ternak dan satu unit mesin traktor dari pelaku. Sebab mobil Daihatsu Xenia yang digunakan untuk sarana terguling di Ambarawa. “Kedua tersangka dijerat Pasal 363 ke-4 (e) dan 5 (e) KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun,” katanya didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sophian, kemarin.

Tersangka Frengki mengaku, pencurian tersebut dilakukan bertiga bersama Sutrimo, dan Eko. Modusnya berkeliling mencari sasaran dengan menggunakan mobil carteran. Setelah menemukan sasaran pencurian pelaku masuk dengan cara mencongkel gembok pintu kandang. Selanjutnya 48 sak pakan ternak diangkut untuk dijual di Ambarawa. “Karena jumlahnya banyak maka saya langsir sampai 3 kali pakai Xenia. Kami juga membawa serta traktor. Saat langsiran ketiga mobil terjungkal di daerah Rengas, Ambarawa,” kata Frenky.

Frengky menambahkan, dari 48 sak, 29 sak telah dijual kepada Irwan, warga Ambarawa senilai Rp 6 juta. Namun uangnya habis untuk memperbaiki kerusakan mobil yang terguling. “Akhirnya kami tidak dapat bagian sama sekali,” imbuhnya.

Tersangka Sutrimo mengaku sudah dua kali ini melakukan pencurian pakan ternak. Sebelumnya Sutrimo melakukan pencurian pakan ternak Temanggung, atas perbuatannya itu tersangka dipenjara di LP Temanggung. “Kami ini sebenarnya sama-sama kuli bangunan. Karena sepi pekerjaan, kami sepakat mencuri lagi,” kata Sutrimo. (tyo/fth)