Sindir Koruptor Lewat Street Art

394
SENI MURAL : Para seniman sedang melukis tembok warga dengan beragam tema, termasuk menyuarakan keprihatinan atas negeri yang merdeka namun masih dijajah koruptor, Rabu (19/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SENI MURAL : Para seniman sedang melukis tembok warga dengan beragam tema, termasuk menyuarakan keprihatinan atas negeri yang merdeka namun masih dijajah koruptor, Rabu (19/8) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 diperingati dengan beragam event oleh warga Indonesia. Kali ini, seniman lukis (perupa) dan seniman jalanan (street art) di Kota Pekalongan menggelar aksi mural dengan tema anti korupsi, Rabu (19/8) kemarin.

Penyelenggara acara tersebut, Pekalongan Street Art Community melalui koordinatornya Ony Ahmad mengungkapkan bahwa acara tersebut selain untuk memperingati HUT RI ke-70, juga sebagai bentuk apresiasi dari seniman di Kota Pekalongan. Selain itu, menjadi ajang silaturahmi antara perupa dan seniman jalanan.

“Ini untuk menghomarti negeri ini. Konsep acaranya mendadak, dengan harapan agar par perupa dan seniman jalanan bisa saling silaturahmi. Selain itu,kami berharap warga yang melintas bisa turut mengapresiasi,” tuturnya.

Sebelum menggelar acara, imbuhnya, mereka sudah mengajukan izin ke berbagai pihak. Mulai yang punya bangunan, RT, RW, kelurahan maupun kepolisian setempat. “Kami bersyukur, respon warga sekitar sangat bagus. Bahkan mereka setuju temboknya digambar, tidak melulu dijadikan area komersil. Mereka malah ingin tembok-tembok di kampungnya turut digambar,” ungkapnya.

Ada sekitar 12 perupa dan 10 seniman jalanan yang hadir. Ditambah beberapa musisi jalanan yang turut menghibur dengan lagu-lagunya. Tidak hanya itu, agar semakin meriah, juga digelar lomba makan krupuk bagi puluhan seniman yang hadir saat itu. Salah satu seniman yang hadir adalah Agung Wibawa dari perwakilan Perupa Pekalongan.

“Lumayan bisa menjadi ajang refreshing. Tema lukisan yang saya buat Indonesia sudah merdeka, tapi masih dijajah bangsa sendiri yaitu koruptor,” kata Agung.

Perupa yang mengaku dulunya seniman jalanan tersebut menceritakan bahwa tema lukisan dengan gambar naga serta beberapa wajah dengan badan orang berjas rapi tapi bermuka aneh tersebut, menggambarkan negeri ini. Bahkan dirinya hanya menggunakan warna hitam saja dalam lukisannya. “Ini bentuk keprihatinan terhadap negeri ini,” tandasnya. (han/ida)