KENDAL – Wakil Ketua DPRD Kendal, Sakdullah melaporkan RRN dan AU merupakan jurnalis harian di Jateng ke Polda Jateng atas dugaan pencemaran nama baik. Sebab, keduanya dinilai mencemarkan nama baik karena menudingnya menerima suap dari salah satu calon bupati.

Sakdu mengaku tidak terima dengan isu disebarkan RRN yang menyebutkan ia telah menerima cek berisi sejumlah uang dari calon bupati. Informasi itu lantas oleh AU disebarkan di portal media online www.metrokendal.com. AU sendiri merupakan jurnalis salah surat kabar harian di Jateng.

Sakdu mengaku jika informasi yang diberikan oleh RRN adalah fitnah dan tidak benar. Sebab ia merasa tidak pernah menerima cek apapun dari calon bupati terkait untuk meloloskan sang calon agar mendapatkan rekomendasi. “Rekomendasi itu yang menentukan DPP, jadi kami di DPD tidak memiliki kewenangan,” katanya saat jumpa perss, kemarin.

Dengan didampingi kuasa hukumnya, Tribagus, Sakdu menambahkan melaporkan RRN dan AU atas pencemaran nama baik. Yakni Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. “Laporan kami ke Unit IV Ditreskrimsus Polda Jateng,” tambahnya.

Tribagus menambahkan, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Polda Jateng untuk diselediki dan ditingkatkan penyidikan dengan penetapan tersangka. “Kami masih mengumpulkan alat buki lainnya, disamping pemberitaan yang ada di metrokendal.com,” katanya.

Meski sudah melapor, pihaknya masih menunggu iktikad baik dari keduanya untuk meminta maaf ke kliennya. Sebab, kliennya mengaku kenal baik kepada terlapor. Sehingga sebisa mungkin jika ada iktikad baik dari para terlapor akan diselesaikan secara kekeluargaan. “Maksudnya, keduanya datang baik-baik kepada kami dan meminta maaf langsung kepada kami. Sedangkan untuk media online, kami diberikan hak ruang sama klarifikasi dan meminta dalam media yang sama,” tambahnya.

RRN saat dikonfirmasi mengaku jika dirinya tidak mengetahui perihal adanya Sakdullah yang melaporkan ke Polda Jateng. Tapi, jika hal itu benar, maka ia mempersilahkan kepada Sakdullah. “Silahkan saja, itukan haknya dia (Sakdullah, red). Jadi saya tidak masalah,” katanya. (bud/fth)