SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng menyambut baik bakal beroperasinya pelabuhan Kendal bulan ini. Meski begitu, ada sejumlah kendala yang harus segera diselesaikan Pemkab Kendal. Mulai masih adanya pekerjaan di lokasi, belum adanya pemecah ombak sampai belum adanya fasilitas tempat ibadah. Padahal fasilitas itu diperlukan dan sangat penting mengingat pelabuhan Kendal ke depan bakal dijadikan pelabuhan Tanjung Emas kedua.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainurrichald menilai berbagai fasilitas di Pelabuhan Kendal yang bakal diresmikan tahun ini masih belum memadai. Bahkan, akses jalan menuju pelabuhan baru satu lajur dengan lebar 10 meter. Apalagi, rencananya peresmian bakal dilakukan langsung Menteri Perhubungan. “Kalau untuk kesiapan sudah siap, tapi beberapa fasilitas yang masih belum memadai,” katanya usai melakukan kunjungan ke Pelabuhan Kendal, kemarin.

Politisi PPP ini menilai aktifitas pembangunan pemecah ombak masih belum rampung. Padahal ini sangat penting, mengingat lokasi itu bakal dijadikan pelabuhan penumpang dan barang. Pihaknya tidak menuntut harus rampung semua, tapi minimal berbagai fasilitass urgent harus dipenuhi sebelum pelabukan diresmikan. “Kondisi sekitar juga masih banyak rumput dan masih gersang. Nanti bagaimana menarik masyarakat untuk meramaikan pelabuhan jika kondisinya belum maksimal,” imbuhnya.

Dewan mengapresiasi langkah pemerintah yang tanggap dengan membangun pelabuhan Kendal untuk mengurangi keramaian di pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebab, ke depan jelas bakal menjadi pelabuhan yang potensial untuk mengangkut penumpang dan barang. “Pelabuhan Tanjung Emas kan sudah tidak memadai dan bahkan ada 1000 – 2000 truk barang yang keluar masuk. Jadi kami harap pelabuhan Kendal bisa memecah kepadatan di Tanjung Emas,” tambahnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, Pelabuhan Kendal yang mulai dibangun 2003 silam bakal diresmikan bulan ini karena izin operasional pelabuhan dari Kementrian Perhubungan sudah turun. Beroperasinya Pelabuhan ini diyakini bakal mendongkrak sektor ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata di Kendal. “Pelabuhan ini bahkan bisa menyerap sedikitnya 600 ribu tenaga kerja dengan adanya sektor industri di Kawasan Ekonomi Kendal,” katanya.

Pembangunan Pelabuhan Kendal menelan baiya Rp 645 miliar yang meliputi terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektar. Saat ini pembangunan dermaga niaga terrus dikerjakan dan ditargetkan selesai tahun 2016 dengan luas lahan 400 hektar termasuk terminal petikemas. (fth/zal)