Ekspor Jateng Menurun

212

SEMARANG – Ekspor Jawa Tengah Juli 2015 mengalami penurunan 24,24 persen dibanding bulan sebelumnya. Tercatat nilai ekspor pada bulan Juli sebesar 384,24 juta US dolar, turun 122,93 juta US dolar dari bulan sebelumnya yang sebesar 507,18 juta US dolar.

“Penurunan nilai ekspor ini disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas migas maupun non migas dari Jawa Tengah,” papar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Jamjam Zamachsyari, kemarin (18/8).

Tercatat sebesar 99,65 persen penurunan pada ekspor komoditas migas dan sebesar 22,43 persen penurunan pada ekspor komoditas non migas pada bulan Juli bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Demikian halnya bila dibandingkan tahun lalu, bulan Juli ekspor juga turun sebesar 10,91 persen,” ujarnya.

Untuk pangsa pasar sendiri, masih belum jauh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, dimana Amerika Serikat menjadi pangsa pasar ekspor terbesar dari Jawa Tengah. Namun bulan ini turun, sebesar 16, 62 juta US dolar. Dari bulan Juni 122,22 juta US dolar, bulan Juli hanya 105,60 juta US dolar.

Berada di urutan kedua ekspor tertinggi Jawa Tengah adalah negara Tiongkok, dengan nilai ekspor sebesar 46,78 juta US dolar. Turun sebesar 6,19 juta US dolar bila dibandingkan bulan Juni yang sebesar 52,97 juta US dolar.

Di urutan ketiga, adalah negara Jepang. Ekspor ke negara matahari terbit ini juga mengalami penurunan sebesar 8,52 juta US dolar. Yaitu dari sebesar 45,27 juta US dolar pada bulan Juni, turun menjadi 36,75 juta US dolar pada Juli.

Sedangkan untuk kelompok komoditas, tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta bermacam barang hasil pabrik merupakan tiga kelompok komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi pada bulan Juli. (dna/smu)