Ancam Bakar Diri, Dilaporkan Menteri

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

PEKALONGAN-Protes Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementrian Tenaga Kerja Transmigrasi (Kemenakertrans), Ketua Lembaga Perlindungan Pengusaha Kecil (LPPK),Tasurun berencana membakar dirinya di Tugu Monumen Juang Kota Pekalongan, Selasa (18/8) kemarin. Dirinya mengawali dengan menyiramkan dua botol bensin ke tubuhnya, sebagai bukti keseriusannya.

“Saya melakukan protes kepada Menteri KKP dan Menteri Nakertrans terkait semakin susahnya masyarakat Indonesia,” kata pria asal Pekalongan yang kesehariannya mengelola radio komunitas serta mengurusi sampah ini pasca menyiramkan bensin ke tubuhnya.

Terutama saat ini, dipersulitnya pengurusan Surat Izin Penangkapan Ikan yang menyebabkan nelayan tidak bisa melaut. Sehingga tidak mendapatkan penghasilan yang menyebabkan kehidupan semakin susah. “Semakin banyaknya pengangguran, menyebabkan ekonomi semakin sulit. Apalagi kini, mencari pekerjaan sangat sulit,” keluhnya.

Yang dia sesalkan lagi, keadaan ini diperparah dengan banyak tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga pengangguran akan semakin bertambah parah. Untuk itu, dirinya melakukan protes tersebut. Dengan ancaman, jika tidak segera ditanggapi kedua kementrian tersebut, dirinya akan benar-benar membakar diri di Tugu Monumen.

“Pemerintah tidak konsisten dalam menyejahterakan rakyat. Saya menunggu respon dari sana dua kementrian tersebut. Kalau tidak ada respon, baru bakar diri beneran,” tegasnya.

Terkait aksi Tasurun tersebut, lembaga yang mewakili Kementrian Kelautan, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), Mansur, menolak menanggapinya. “Kemarin kami sudah menerima adanya kejadian tersebut (ancaman bakar diri, red). Dan sudah saya laporkan ke pusat,” ucapnya, Rabu (19/8) kemarin.

Mansur menegaskan bahwa pihaknya hanya pelaksana lapangan, tidak berhak menanggapi persoalan tersebut. “Kapasitas kami hanya pelaksana saja, sehingga bukan kapasitas saya menjelaskan permasalah tersebut. Intinya sudah saya laporkan ke pusat,” imbuhnya menegaskan.

Sementara itu, kejadian tersebut awalnya luput dari pantuan Polisi. Padahal aksi tersebut dilakukan hanya berjarak 20 meter dari Pos Polisi THR dan banyak wartawan yang meliput. Akhirnya salah satu anggota Polres Pekalongan Kota, Kanit Patwal Ipda Eko Yuli datang dan hanya sempat mengamankan barang bukti setelah Tasurun meninggalkan lokasi.

“Pelaku tidak ada izin, sehingga anggota tidak ada yang tahu. Saya baru tahu setelah dihubungi pimpinan yang dikasihtahu oleh rekan media,” tandasnya sampai membawa barang bukti botol ke Pos Polisi. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -