30 Ribu Rumah Tak Layak Huni

235
BANTUAN : Bupati Kendal Widya Kandi Susanti memberikan bantuan kepada 41 warga yang tinggal di rumah tak layak huni. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTUAN : Bupati Kendal Widya Kandi Susanti memberikan bantuan kepada 41 warga yang tinggal di rumah tak layak huni. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sebanyak 41 rumah tak layak huni di Kendal mendapatan bantuan dari Bupati Kendal Widya Kandi Susanti melalui program rehab Rumah Layak Huni dari CSR Bank Jateng. Bantuan rahabilitasi rumah dilakukan Kecamatan Pegandon sebanyak 7 rumah, kemarin. Meski begitu jumlah rumah tidak layak huni di Kendal yang belum tersentuh masih banyak. Sebab, saat ini tercatat setidaknya ada 30 ribu rumah warga Kendal yang dalam kondisi tak layak huni.

Bupati Kendal Widya Kandi mengatakan, Kendal merupakan kabupaten satu-satunya yang mendapatkan dana bantuan berupa CSR untuk rehab rumah tak layak huni di Provinsi Jateng. CSR diberikan lantaran adanya kerjasama yang baik antara pihak Pemkab dan Bank Jateng. “ Program ini sangat membantu warga Kendal yang hidup dibawah garis kemiskinan dan tinggal dirumah tak layak huni,” katanya, kemarin.

Kepala Dinas Ciptaru Kabupaten Kendal, Noor Fauzi mengatakan, tercatat setidaknya ada 30 ribu rumah warga Kendal tinggal di rumah yang tak layak huni. Secara bertahap pihaknya akan menganggarkan pembangunan dan rehabilitasi rumah untuk masyarakat miskin. “41 rumah masing-masing mendapatkan bantuan seniai Rp 7,5 juta rupiah untuk perbaikan,” katanya.

Selain dari CSR bantuan juga diberikan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Dinas Ciptaru Kendal. Program BSPS sudah dimulai sejak tahun 2012 dan masing-masing warga mendapat Rp 10 juta per rumah. Program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. “Tahun 2015 ini, ada sebanyak 514 unit rumah yang mendapatkan bantuan dari BSPS,” ujarnya.

Warga penerima bantuan, Sri Mulyani,49, warga Pegandon RT 2 R W II berterima kasih dengan bantuan tersebut. Sebagai warga yang berpenghasilan pas-pasan, ia terpaksa tinggal di rumah dengan kondisi seadanya. “Bantuan ini sangat membantu, apalagi pendapatan dari suami saya tidak seberapa,” katanya sumringah. (den/fth)