MELATIH DISIPLIN: Sejumlah anggota Pramuka di Semarang saat berlatih baris-berbaris. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELATIH DISIPLIN: Sejumlah anggota Pramuka di Semarang saat berlatih baris-berbaris. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Event Indonesia Scouts Challenge (ISC) mendapat sambutan hangat dari para pembina pramuka SD-SD di Kota Semarang. Pembina Pramuka Bidang Lapangan SD Negeri Pedurungan Kidul 5 Semarang, Muhammad Mashary, mengatakan, pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler wajib di setiap sekolah yang berguna untuk mendorong siswa agar tetap memiliki sifat dan sikap seperti yang diamanatkan dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Untuk itu, ia mengapresiasi diadakannya program nasional Indonesia Scouts Challenge persembahan Jawa Pos Group dan PT DBL Indonesia bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jateng. Namun sayangnya, hingga kini pihak Kwarcab Kota Semarang belum melakukan sosialisasi secara intensif.

“Terus terang, saya tahu program ISC saat baca di koran Jawa Pos, sebenarnya kami pengin terlibat. Apalagi hadiahnya ke Amerika, kalau memang ada kami minta undangannya,”kata Mashary saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (11/8) pekan lalu.

Mashary mengatakan, dari sekitar 46 sekolah SD/MI yang ada di Kecamatan Pedurungan, bisa dipastikan 15 pangkalan (sekolah) belum mengetahui kegiatan tersebut, termasuk sekolahnya. Ia menduga program ISC hanya diperuntukkan bagi sekolah pilihan. “Kalau ada undangan untuk sekolah, kami siap untuk partisipasi. Apalagi kalau seleksinya terbuka, kami yakin sekolah kami menang,”ujarnya optimistis.

Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini berharap lomba-lomba untuk tingkat SD bisa dirasakan semua sekolah tanpa pilih-pilih.

“Apalagi lomba seperti ISC sangat dibutuhkan sekali bagi anak didik, karena banyak program yang bermanfaat dengan berkemah sekaligus berkompetisi. Hal itu akan mengasah sifat dan sikap seperti yang diamanatkan dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka,”ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Khosiin, Pembina Pramuka SD Nasima Semarang. Ia mengaku mengetahui program ISC dari pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Jateng yang kebetulan tetangganya. “Hanya saja, kami belum tahu juklak kegiatannya, apa njenengan ada referensi untuk kegiatan tersebut Mas,” tanya Khosiin kepada Jawa Pos Radar Semarang. Juklak dan juknis ISC sendiri bisa diakses di website Jawa Pos Radar Semarang, yakni di radarsemarang.com.

Menurut Khosiin, kegiatan ISC sangat bagus. Ia sangat senang, apalagi dirinya masuk dalam jajaran pelatih pembina Kwarcab Kota Semarang. “Rencananya mau mengajukan proposal ke kepala sekolah kami. Kalau disetujui berarti siap ikut. Bagi saya kegiatan ISC akan dapat menumbuhkan sikap nasionalisme, kepemimpinan dan pembentukan karakter yang sebenarnya. Karena peserta didik mengalami dan melaksanakan secara langsung di lapangan, bukan hanya teori,”ungkapnya.

Pembina pramuka SD Isriati Ungaran, Kabupaten Semarang, Joko Supriyono juga mengaku belum mengetahui tentang kegiatan itu, namun pihaknya tertarik karena dapat memberikan pendidikan bagi peserta siaga. “Kami belum dapat undangan kegiatan ISC Mas. Namun menurut saya ini kegiatan positif dan sangat dibutuhkan untuk anak didik,”katanya. (jks/aro)