Pemprov Alihkan Investor ke BUMN

209

SEMARANG – Realisasi pembangunan jalan tol Semarang-Batang sampai saat ini belum ada kejelasan. Hal ini disebabkan adanya investor yang berganti-ganti sehingga harus disusun penjadwalan ulang. Atas hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan segera mengalihkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar permasalahan tersebut segera teratasi.

“Jika memang tidak sanggup, diambil alih saja oleh pemerintah. Kasihkan kepada BUMN karena uangnya juga sudah siap,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai melakukan Penandatangan Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS Perubahan APBD TA 2015 dengan Pimpinan DPRD Prov. Jateng di Gedung DPRD Jateng, Selasa (18/8).

Ganjar menjelaskan, pengambilalihan investor pembangunan jalan tol Semarang-Batang yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa itu harus dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, proyek tersebut telah lama terbengkalai sehingga banyak masyarakat yang melayangkan protes. “Masyarakat protes ke saya, lahannya itu jadi dibebaskan atau tidak,” imbuh mantan anggota DPR RI itu.

Ganjar mengaku akan terus mendorong upaya percepatan terkait dengan rencana pembangunan jalan tol sepanjang 75 kilometer itu. Ia berjanji sebelum masa pemerintahannya berakhir, pembangunan jalan tol Trans Jawa selesai. “Mau saya beresin selama pemerintahan saya dengan Pak Heru (Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko), biar tuntas,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menyatakan bahwa proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang mendesak segera dilakukan karena ruas menuju dan dari Kota Semarang memiliki potensi yang menjanjikan guna pengembangan sektor perekonomian di daerah setempat. “Jalan tol Semarang-Batang rencananya akan dibangun dalam lima seksi yakni seksi pertama sepanjang 3,2 kilometer, seksi dua 36,3 km, seksi tiga 11,0 km, seksi empat 13,5 km, dan seksi lima 10,9 km,” bebernya.

Sri menambahkan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan tol Semarang-Batang mencapai sekitar Rp 7,21 triliun. Untuk kegiatan konstruksi dengan total biaya pembebasan lahan senilai Rp 836 miliar. “Dari 23 desa di Kabupaten Batang dipastikan akan terkena proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang setelah adanya pembahasan dari tim pembebasan tanah, Badan Pengelolaan Jalan Tol, dan pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di Semarang sendiri pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang akan melalui 9 kelurahan di 2 kecamatan yakni Ngalian dan Semarang Barat. Sesuai data yang pernah dikeluarkan Pemkot Semarang, 9 kelurahan itu adalah Purwoyoso, Ngalian, Tambakaji, Wonosari, Beringin, Podorejo, Gondoriyo, Kembangarum dan Kalipancur.

Sebelumnya Tim Pengadaan Tanah atau TPT Jalan Tol Batang-Semarang mengakui, belum bisa melangkah lebih lanjut karena adanya ROW (Right of Way) Plan terbaru yang diterbitkan oleh Dirjen Bina Marga Kementrian PU terkait Jalan Tol Trans Jawa. Dalam ROW terbaru itu, luasan lahan Jalan Tol Batang-Semarang yang akan dibebaskan berkurang sekitar 63 hektar. Sedangkan di kota Semarang, luasan lahan yang berkurang akibat adanya ROW terbaru tahun 2011 sekitar 7 hektar. Bahkan beberapa warga Semarang lahannya sudah dipatok, namun tanpa kejelasan. Hal itu membuat warga bingung. (fai/zal)