Marmo Komitmen Bangun 10 Ribu Rumah Layak Huni

184

SEMARANG – Masih banyak warga Kota Semarang yang tinggal di rumah tidak layak huni membuat keprihatinan tersendiri bagi Soemarmo Hadi Saputro, calon Wali Kota Semarang periode 2016-2021. Karena itu, bersama pasangannya Zuber Safawi, Marmo –sapaan akrab Soemarmo, memilliki komitmen meningkatkan taraf hidup warga Semarang, salah satu programnya adalah membangun 10 ribu rumah layak huni selama lima tahun.

Menurut calon yang diusung Koalisi Bangkit Sejahtera (PKB-PKS) ini, pembangunan rumah layak huni di Kota Semarang sangat mendesak dilakukan.

“Masih banyak warga yang tinggal di rumah yang tidak layak khususnya mereka yang berada di pedesaan dan pesisir pantai. Untuk itu, kami berkomitmen membantu mereka dengan program pembangunan 10.000 rumah layak huni ini,” kata Soemarmo HS kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Program tersebut, lanjut Soemarmo, akan segera dilaksanakan apabila dirinya kembali dipercaya menjadi Wali Kota Semarang periode 2016-2021 mendatang. Dalam setahun, sebanyak 2 ribu rumah layak huni akan dibangun.

“Untuk anggarannya sudah kami kalkulasikan. Misalnya, satu rumah membutuhkan anggaran Rp 20 juta, maka anggarannya hanya Rp 4 miliar. Saya rasa APBD Kota Semarang mampu memenuhi hal itu karena memang itu adalah kebutuhan pokok warga,” tegasnya.

Dengan program tersebut, lanjut Soemarmo, masyarakat diharapkan akan meningkat taraf hidupnya. Mereka tidak perlu pusing untuk membangun rumah, dan dapat menyisihkan uang penghasilannya untuk kebutuhan yang lain.

“Program ini merupakan tindaklanjut dari Gerdu Kempling yang selama ini tidak berjalan optimal. Jadi program Gerdu Kempling ini akan saya hidupkan lagi. Sayang sekali, selama ini CSR (corporate social responsibility) makin merosot, partisipasi swasta tidak maksimal. Padahal itu potensi yang sebetulnya pemkot tinggal gerakkan saja,” terang Marmo.

Komitmen MAZU (Marmo-Zuber) dalam pembangunan 10 ribu rumah layak huni tersebut mendapat apresiasi banyak pihak khususnya masyarakat yang memang membutuhkan. Menurut mereka, pembangunan rumah layak huni dapat menjadi jembatan mengatasi permasalahan yang selama ini tejadi.

“Selama ini penghasilan kami sangat sedikit. Jangankan untuk memikirkan membangun rumah, untuk keperluan sehari-hari saja masih kurang. Saya tentu sangat mendukung program Pak Marmo untuk membangun 10 ribu rumah layak huni ini,” kata Marsono, 38, warga Gunungpati, Semarang. (zal/aro)