DIBINA: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang menggiring PGOT ke dalam truk untuk didata dan dibina. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Petugas Satpol PP Linmas Kota Semarang menggiring PGOT ke dalam truk untuk didata dan dibina. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KARANGAYU- Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP Linmas) Kota Semarang akan mengintensifkan kembali razia Pengemis Gelandangan dan Orang Tua Terlantar (PGOT). Sebab, disinyalir pasca Lebaran, banyak PGOT dari luar kota datang ke Semarang. Dari razia yang dilakukan Satpol PP – Linmas Kota Semarang, Selasa (18/8), sebanyak 30 PGOT diamankan.

Razia dilakukan mulai dari sepanjang Jalan Siliwangi, Pemuda, Pahlawan, Jalan S Parman serta lokasi pasar-pasar dan taman kota. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Bahkan tak sedikit PGOT yang bersembunyi dan mengelabuhi petugas.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Semarang Kusnandir mengatakan sebagian besar pengemis yang terjaring razia beroperasi dalam kelompok-kelompok kecil. “Kebanyakan pengemis yang kita amankan adalah wanita dengan menggendong anak kecil. Total hari ini (kemarin) ada 30 orang yang berhasil kita bawa dan kita data,” ujarnya.

Pihaknya akan menggencarkan kembali razia PGOT, mengingat usai Lebaran, disinyalir banyak pengemis dan gelandangan baru dari luar Semarang. Razia juga dilakukan untuk mencegah kiriman PGOT dari luar kota. “Sehingga area publik yang ada di Kota Semarang tidak dipadati pengemis. PGOT ini sangat menganggu estetika kota. Selain itu juga mengganggu para pengguna jalan,” katanya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto menyatakan, pihaknya akan terus melakukan razia rutin supaya Kota Semarang terbebas dari PGOT. “Sementara, para PGOT yang terjaring razia akan kita data dan dikirim ketempat rehabilitasi sosial Amongjiwo Solo. Mereka akan mendapatkan pembinaan di tempat itu,” pungkasnya. (mha/zal)