Sulap Sampah Plastik dan Bungkus Rokok jadi Gaun Cantik

1736
SAMBUT KEMERDEKAAN: Para penghuni LP Wanita Bulu, memamerkan hasil karya seni busana berbahan dasar, usai kegiatan fashion show. kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAMBUT KEMERDEKAAN: Para penghuni LP Wanita Bulu, memamerkan hasil karya seni busana berbahan dasar, usai kegiatan fashion show. kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kreativitas tidak memandang latar belakang. Terbukti, para narapidana di Lembaga Permaysarakatan (LP) Wanita Bulu Semarang, mampu menghasilkan busana dari bahan daur ulang. Ya, meski meringkuk di balik jeruji besi, kreativitas mereka justru makin menggila.

Sebanyak 15 kreasi busana itu diperagakan oleh masing-masing perancang dalam seremoni pemberian remisi yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Lapas Wanita Bulu, kemarin. Di panggung yang minimalis itu, para perancang berlenggak-lenggok sambil memaerkan setiap detil dari balutan karya mereka.

Mulai dari dress dari plastik kresek, gaun pengantin dari bungkus rokok, dress pesta dari plastik sampah, dan lain sebagainya. Ada juga yang sengaja merancang busana mirip kostumnya tokoh super hero Cat Women, lengkap dengan topeng dan cambuk khasnya.

Yang menarik banyak perhatian penonton adalah rancangan milik Mariam Babai. Narapidana asal Iran yang terjerat kasus narkoba ini mengaku merancang dress dari plastik sampah sendirian. Dia mengaku, sebenarnya punya banyak planing. Tapi lantaran keterbatasan bahan yang bisa ditemukan di dalam lapas, akhirnya lahirlah dress yang dibuat selama sepekan tersebut. “Tidak banyak bahan yang bisa ditemukan di sini. Karena paling banyak adalah plastik sampah dan bulu ayam dari kemoceng, akhirnya saya rangkai jadi satu kesatuan. Plastiknya hanya dijahit mirip dress, dan ditambahi bulu-bulu ayam yang sudah diberi sumba warna-warni,” ucap ibu dua anak ini.

Untuk tampil totalitas, Mariam juga menyisipkan bulu-bulu ayam yang kecil untuk digantungkan di anting-antingnya. Dia juga menyisipkan bulu ayam warna-warni itu di rambut matanya sehingga tema yang disungnya lebih mengena.

Penampilan warga binaan lapas wanita itu tergolong cukup mempoesona. Meski tidak punya latar belakang modeling, tapi cukup luwes berlenggak-lenggok layaknya model. Pasalnya, pemilik Exist Modelling Bayu Ramli, telah berbagi ilmu mengenai koreografi.“Saban tahun, saya memang ditunjuk melatih koreografer di sini (Lapas Wanita Bulu). Untuk pementasan fashion dari bahan daur ulang ini, latihannya cukup kilat. Hanya satu hari saja. Tapi hasilnya cukup memuaskan,” ucap Bayu.

Pihaknya mengaku cukup terkesima dengan semangat para warga binaan tersebut. menurutnya, meski dalam keterbatasan, mereka bisa menghasilkan karya yang belum tentu dilakukan mereka yang bebas di luar sana.“Di tangan mereka, bahan-bahan yang seharusnya tidak berguna, bisa jadi busana yang super indah. Saya benar-benar salut,” tegasnya. (amh/zal)