SEMARANG – Program peningkatan jalan yang menjadi salah program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah diklaim telah melampaui target yang ditentukan. Pada semester pertama tahun 2015, program yang menyerap anggaran Rp 2,1 triliun itu telah terealisasi 60,22 persen dari target 46,64 persen. Sementara program Jalan Jateng Tanpa Lubang (JTL) naik cukup signifikan mencapai 79 persen.

“Tiap tahun kami ditarget peninggian jalan dengan betonisasi 500 Km. Tahun ini ada 132 paket yang terdiri dari 129 ruas dan 3 jembatan. Kekurangannya akan kami kejar sampai November mendatang,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang NK melalui Kepala Bidang Bintek Dinas Bina Marga Jateng Hanung Triyono.

Hanung menjelaskan, dari 132 paket peningkatan jalan rata-rata semuanya mendekati selesai. Di antaranya jalur Jepara-Tayu, Pati Tayu. Rembang-Bulu, dan jalur Cepu. Jembatan Suruh Boyolali juga telah selesai dibangun. “Kendala teknis tidak ada. Hanya saja, yang mungkin agak dirasakan adalah ketersediaan material yang bagus dan legal lantaran banyak galian C ditutup ESDM. Namun hal tersebut masih dapat kita atasi,” imbuhnya.

Untuk APBD Perubahan mendatang, Hanung mengaku akan meminta tambahan anggaran Rp 79 miliar. Yakni untuk peningkatan jalan di jalur Bumi Ayu-Sawangan, Jomplang-Cepu. Jumlah tersebut diketahui jauh dari perhitungan awal yang berencana menambah Rp 400 miliar. Ia berdalih telah kehilangan waktu satu bulan untuk pelelangan karena diperkirakan September APBD Perubahan baru diketok. “Ini supaya penyerapan anggaran di Bina Marga maksimal,” terangnya.

Hanung menambahkan, dari 2565,621 kilometer jalan yang dimiliki Provinsi, 86,67 persen diklaim berstatus baik, 5 kilometer rusak dalam perbaikan sementara sisanya berstatus sedang. Hal ini juga tidak terlepas dari standar jalan yakni memiliki lebar 6 di atas 6 meter dan mampu menahan beban 8 ton. “Target semua jalan provinsi selesai ditinggikan pada 2018 mendatang,” tandasnya.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Jateng Nganirrichadl mengatakan, peninggian jalan di Jateng harus memperhatikan aspek ketepatan waktu mengingat anggaran akan masuk dalam APBDP. Dalam hal ini Dinas Bina Marga Jateng harus mengusulkan anggaran yang rasional. Selain itu, harus dapat memaksimalkan anggaran yang telah ada sehingga anggaran terserap 100 persen dan pekerjaan selesai dengan baik.

“Kita akan cek lapangan untuk mengetahui secara langsung pekerjaannya. Masyarakat sangat berharap infrastruktur Jateng sudah bisa bersaing dengan provinsi lainnya,” ujarnya ditemui usai mengikuti upacara Kemerdekaan RI di Lapangan Pancasila Simpanglima, kemarin.

Selain program peninggian jalan, lanjut Richadl, program jalan Jateng Tanpa Lubang (JTL) juga harus tetap diperhatikan. Meski diklaim mengalami peningkatan cukup signifikan, program tersebut harus tetap dikebut. “Dalam hal ini, pengawas jalan harus rutin melakukan cek secara berkala terhadap jalan-jalan berlubang dan segala bentuk aduan masyarakat harus cepat direspons,” pungkas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. (fai/zal)