MERIAH: Warga Dusun Ngentak, Desa Kesongo, Tuntang, saat menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di tengah sawah, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
MERIAH:  Warga Dusun Ngentak, Desa Kesongo, Tuntang, saat menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di tengah sawah, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
MERIAH: Warga Dusun Ngentak, Desa Kesongo, Tuntang, saat menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di tengah sawah, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Cara unik dilakukan warga Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang untuk memperingarti Hari Kemerdekaan RI ke 70, Senin (17/8) kemarin. Betapa tidak, mereka yang terdiri dari tua-muda, remaja, sampai anak-anak justru menggelar upacara di tengah sawah. Warga juga hanya mengenakan pakaian apa adanya yang digunakan setiap hari untuk ke sawah. Meski begitu, semangat nasionaliems warga ini cukup tinggi karena tetap melaksanakan upacara pengibaran merah-putih tengah sawah yang mengering.

Untuk membedakan dari peserta upacara, petugas upacara mengenakan sarung dan caping. Seluruh peserta hikmat mengikuti upacara sederhana. Tidak hanya menggelar upacara, warga juga memasang seribu bendera di persawahan dan di seluruh penjuru desa. “Kami memang sengaja menggelar upacara di sawah yang mengaring setiap kemarau. Harapan kami pemerintah punya gagasan agar warga tetap merdeka bisa menanam padi kendati kemarau,” kata Panitia upacara Desa Kesongo, Slamet Kalimin, 40.

Slamet menambahkan, upacara ini untuk membuktikan bahwa masyarakat di desa juga memiliki jiwa patriotisme, nasionalisme dan selalu menghargai jasa-hasa pahlawan. Bahkan upacara bendera yang diikuti seluruh warga desa baik tua dan muda ini dapat meningkatkan cinta tanah air bagi anak-anak muda. “Kami percaya upacara ini dapat membangun kerukunan dan kebersamaan antara warga. Sebab seluruh warga ikut bergotong royong dan bersama-sama merayakan HUT kemerdekaan ini,” imbuhnya.

Jika warga Desa Kesongo menggelar upacara di sawah yang mengering. Pada waktu bersamaan, seluruh pejabat di Kabupaten Semarang menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Semarang di stadion Pandanaran Wujil, Ungaran Barat. Dalam upacara tersebut dimeriahkan sendratari kolosal “Legenda Rawa Pening” binaan Dandim 0714 Salatiga Letkol Inf Budi Rahmawan. Sendratari tersebut melibatkan siswa SMAN 2 Ungaran, anggota TNI, Satpol PP dan puluhan polwan dari Polres Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibacakan inspektur upacara Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan, untuk mengisi kemerdekaan ini menjadi tanggung jawab generasi penerus, tanpa harus mengorbankan harga diri dan jati diri bangsa. Tanggung jawab konsekuensi penghormatan terhadap jasa pejuang kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, yang menjadi musuh bukan lagi bangsa asing atau penjajah melainkan musuhnya satu bangsa. Sehingga kebhinnekaan di pelosok Nusantara harus dijadikan sebagai kekayaan budaya dan khasanah Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kedaulatan politik Negara harus dijaga sebagai bangsa yang merdeka. Tidak boleh satu negarapun mengintervensi. Hal terbesar yang perlu dilakukan saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat untuk Indonesia,” kata Ganjar Pranowo. (tyo/fth)