BERI REMISI : Wakil Bupati Batang, Soetadi, saat memberikan Surat Keputusan Remisi kepada warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) II B, Rowobelang, Kabupaten Batang, Senin (17/8) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI REMISI : Wakil Bupati Batang, Soetadi, saat memberikan Surat Keputusan Remisi kepada warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) II B, Rowobelang, Kabupaten Batang, Senin (17/8) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Sebanyak 115 dari 238 orang narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Rowobelang, Kabupaten Batang, mendapatkan pemotongan masa tahanan atau remisi, Senin (17/8) kemarin. Surat Keputusan (SK) remisi tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Batang, Soetadi, kepada para napi dan anak pidana usai mengikuti upacara bendera hari kemerdekaan, di halaman dalam Rutan Rowobelang.

“Remisi merupakan penghargaan pemerintah bagi napi dan anak pidana yang dinilai telah dapat mencapai penyadaran diri. Hal itu tercermin dalam sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku dalam masyrakat,” kata Wabup Soetadi usai memberikan SK remisi.

Menurutnya, remisi merupakan penetapan pengurangan hukuman secara khusus pada peringatan 70 Proklamasi Kemerdekaan RI. Dan pemberian remisi merupakan instrumen yang dapat mengubah perilaku napi untuk berperilaku baik selama menjalani pidana. “Remisi hanya akan diberikan kepada napi yang berkelakuan baik,” tandasnya.

Soetadi juga mengungkapkan bahwa ke depan pemberian remisi akan dilakukan dengan sistem aplikasi remisi online sebagai bentuk percepatan pemberian remisi, mempermudah pemantauan, penghematan biaya, serta mengurangi terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

Peningkatan transparasi dan kepastian hukum dengan sistem aplikasi penilaian pembinaan narapidana (SPPN), akan dilakukan melalui scorsing. Sehingga pembinaan terhadap napi lebih efektif, efisien terukur tepat dan akurat.

“Ke depan napi yang belum menerima remisi, akan mengubah tingkah lakunya menjadi baik. Karena dengan melalui penilaiaan scorsing, napi akan tahu berapa nilai yang layak untuk mendapatkan remisi,” kata Soetadi.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B, Rowobelang, Kabupaten Batang, Jalu Yuswa Panjang, manjelaskan bahwa jumlah penghuni Rutan Rowobelang sebanyak 238 orang, terdiri atas tahanan 123 orang dan narapidana 115 orang. Adapun yang mendapat remisi umum I sebanyak 89 orang, narapidana yang mendapat remisi umum II sebanyak 8 orang.

Menurutnya, napi yang tidak mendapat remisi umum I dan II sebanyak 18 orang terkait dengan PP 99 tahun 2012, tentang narapidana narkoba dan korupsi sebanyak 16 orang, dan napi yang menjalani penahanan belum ada 6 bulan sebanyak 2 orang.

“Sedangkan yang remisi dasawarsa di tahun 2015, sebanyak 115 warga binaan pemasyarakatan Rutan Batang sudah vonis dan berkekuatan hukum tetap. Sedangkan 123 warga binaan Rutan yang masih berstatus tahanan tidak mendapatkan remisi,” jelas Janu. (thd/ida)