LAUNCHING KUP: Dari Kiri Direktur Bank Jateng menyaksikan penandatanganan MoU KUP Oleh Bupati Kendal Widya Kandi Susanti (tengah) dan Kepala Bank Jateng Cabang Kendal Heri Nunggal Supriyadi (kanan), Jumat (14/8) malam lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAUNCHING KUP: Dari Kiri Direktur Bank Jateng menyaksikan penandatanganan MoU KUP Oleh Bupati Kendal Widya Kandi Susanti (tengah) dan Kepala Bank Jateng Cabang Kendal Heri Nunggal Supriyadi (kanan), Jumat (14/8) malam lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Transkasi jual beli pada stand Kendal Expo 2015 melampaui target. Dari target awal Rp 2,5 miliar hingga akhir pameran pada Jumat (14/8) mencapai Rp 3,25 miliar. Angka terbesar didapat dari penjualan otomotif yang mencapai angka Rp 2,49 miliar.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, antusias masyarakat untuk menyemarakan kegiatan ini cukup tinggi. “Kedepan harapan saya, akan banyak lagi peserta pameran yang mengikuti Kendal Expo dan kegiatan ini harus digelar setiap tahunnya,” katanya, kemarin.

Dalam penutupan Kendal Expo, Bupati meluncurkan Kartu Kredit Usaha Produktif (KUP) dari Bank Jateng. Semacam kartu kredit yang diberikan oleh Bank Jateng kepada para pengusaha kecil dan menengah dengan pagu sebesar Rp 5-20 juta. “Kredit ini diberikan tanpa agunan yang diberikan dalam bentuk kartu seperti kartu kredit. Pelaku usaha bisa mengontrol sendiri pengambilan dengan nilai kredit maksimal Rp 20 juta. Dengan cara ini, pengusaha kecil bisa megatur sendiri kebutuhannya,” imbuhnya.

Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Heri Nunggal Supriyadi mengatakan, KUP merupakan kredit yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yakni dengan memberikan bantuan kepada pengusaha untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. “KUP hadir sebagai penyempurnaan atas program kredit sebelumnya seperti Kredit Usaha Rakyat ( KUR ). Dengan program ini, masyarkat tidak perlu menggunakan agunan untuk mendapatkan bantuan modal usaha,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan berupa pinjaman modal usaha kepada masyarakat dinilai akan sangat membantu ketimbang pemerintah memberikan bantuan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga masyarakat bisa mandiri dan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Ia menyebutkan ada empat kategori kartu untuk berbagai bidang usaha yang akan membedakan nilai pinjaman maksimal. Keempat kartu tersebut, yakni berwarna merah untuk pinjaman maksimal Rp 5 juta, biru maksimal Rp 10 juta, hijau maksimal Rp 15 juta, dan perak untuk pinjaman maksimal Rp20 juta.

“Bunga yang dikenakan sebesar 0,9 persen per bulan dengan jangka waktu angsuran selama 3 tahun. Setelah pengusaha melunasi pinjaman di tahap 20 juta, pengusaha akan terdorong untuk meminjam di atas Rp 20 juta tapi tentunya dengan agunan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kendal memberikan penghargaan kepada stand pameran terbaik dan stand denan pemandu terbaik. Untuk stand favorit diraih Dinas Kebudayaan dan Pariwisat. Sedangkan stand terbaik untuk kategori SKPD diraih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kendal.

Sedangkan stand non SKPD dan swasta diraih stand Bank Jateng dan PDAM Tirto Panguripan. Stand pemandu stand untuk SKPD direbut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta gabungan Sekretariat Daerah (Setda) Kendal. Untuk kategori pemandu stand non SKPD diraih Bank BRI dan Akbid Kendal. (bud/fth)