DILEBARKAN :  Jalur alternative di Kendal yang bakal mulai dilebarkan tahun ini untuk mengurangi angka kemacetan. (Dok)
DILEBARKAN : Jalur alternative di Kendal yang bakal mulai dilebarkan tahun ini untuk mengurangi angka kemacetan. (Dok)

KENDAL – Semakin padatnya arus kendaraan di jalur alternatif jalan Tentara Pelajar jalur pantura menjadi sorotan Pemkab Kendal. Sebagai langkah awal, pemkab berencana untuk melebarkan jalur yang ada di Kelurahan Ketapang hingga Desa Kebonharjo Patebon tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan ESDM Kabupaten Kendal, Agung Setiawan mengatakan, pelebaran jalan di jalan Tentara Pelajar Kendal merupakan program dari Pemerintah Pusat untuk mengurangi beban jalan pantura. “Penetapan ruas jalan Tentara Pelajar berfungsi sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor-1 (JKP-1). Saat ini masih dalam tahap sosialisasi pertama yang dilakukan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi,”katanya, kemarin.

Ia menambahkan, jika nantinya pelebaran jalan akan dilakukan setidaknya 13 – 15 meter, yang terdiri dari lebar jalan 3,5 meter untuk ruas kanan dan kiri. Selain itu juga dengan 2 meter lagi dan saluran jalan sepanjang 1 meter. ” Nantinya kira-kira akan dilakukan pelebaran antara 13 meter hingga 15 meter,” imbuhnya.

Meski begitu, Pemkab Kendal dibuat pusing dengan kondisi tanah disamping jalan yang merupakan milik warga. Sehingga pihaknya saat ini masih melakukan pengukuran untuk mengetahui jumlah luas tanah yang diperlukan. “Setelah diukur, akan ditotal berapa jumlahnya dan total uang ganti rugi. Jika semua clear, maka akan langsung dikerjakan,” tambahnya.

Kabid Bina Marga Kabupaten Kendal, Sugeng Pratikno menambahkan, saat pengukuran nanti akan dibentuk sebuah tim yang berasal dari pihak ketiga atau independen. Tugas tim tersebut yang akan melakukan perkiraan nilai harga tanah, yang akan diberikan ganti untung. “Bertindak sebagai Ketua tim nantinya dari pihak BPN, proyek ini sendiri masih dalam kewenangan dari Dirjen Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V SNVT pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Semarang,” katanya.

Sebelum dilakukan pelebaran jalan, rencananya pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada warga yang terkena imbas dalam pelebaran jalur alternatif Ketapang-Kebonharjo. ” Dalam waktu dekat akan ada sosialisasi lagi terkait rencana Pemerintah pusat itu,” tambahnya. (den/fth)