TKW Kendal Dirampok dan Diperkosa

239

KENDAL – Nasib tragis dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Kendal berinisial RN, warga Patukangan, Kendal. Ia menjadi korban perampokan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Tak hanya itu, RN diduga juga diperkosa oleh kawanan pelaku yang berjumlah tiga orang, sebelumnya akhirnya dibuang di daerah Temanggung, tepatnya di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak. Korban ditemukan warga, Kamis (13/8) siang lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal, Jumat (14/8) petang menyebutkan, sebelum mengalami kejadian tragis, saat itu RN hendak kembali ke Kendal setelah pulang bekerja sebagai TKW di Bahrain. Di sana, ia bekerja sebagai pembantu tata laksana rumah tangga (PLRT).

”Menurut pengakuan korban saat pulang ke Indonesia, ia bersama dua temannya sesama TKW. Dua temannya itu asal Boja dan Ngawi. Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, ketiganya berpisah untuk melanjutkan pulang ke kampung halaman masing-masing. Saat itu, korban hendak naik taksi, sedang dua temannya ada yang dijemput dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kendal, Dwi Diniwati melalui Kabid Transmigrasi, dan Pelatihan, Supardi, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nah, saat hendak naik taksi itu, korban didekati oleh seorang pria tak dikenal. Dengan ramah, pria itu menawarkan tumpangan kepada korban. Saat itu, pria tersebut mengaku akan pergi ke Tegal, dan berjanji akan mengantar korban ke Kendal. Tanpa ada rasa curiga, RN pun menerima tawaran tersebut. Ia pun masuk ke mobil Toyota Avanza yang disopiri pelaku. ”Pengakuan korban, saat masuk mobil Toyota Avanza pelaku, sudah ada dua orang di dalam mobil. Jadi, total ada tiga orang. Mereka langsung meluncur ke Tegal,” katanya.

Di tengah perjalanan, korban mengaku ditawari minuman. Karena haus, korban pun langsung meminumnya. Entah mengapa, korban merasa pusing kepala hingga tak sadarkan diri. Diduga minuman tersebut telah dicampur dengan obat bius. Dalam kondisi tak sadar, korban dibuang di wilayah Temanggung. Sedangkan seluruh barang berharga korban senilai 100 dinar atau sekitar Rp 30 juta dan satu unit laptop dibawa kabur pelaku.

Korban sendiri ditemukan warga bernama Abdul dalam kondisi masih tak sadar di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak, Kamis (13/8) sekitar pukul 13.00. Diduga pelaku sempat memerkosa korban. Sebab, saat ditemukan warga, kondisi pakaian yang dikenakan acak-acakan. Warga pun melaporkan kejadian itu ke Dinas Sosial Temanggung dan aparat kepolisian setempat. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Temanggung.

”Korban diketahui berangkat melalui Kantor Cabang PJTKI PT Sinar Berlian Mandiri yang beralamat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring. Di Bahrain, korban sudah bekerja selama 19 bulan. Korban masih dirawat intensif, dan menjalani visum untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda pemerkosaan atau tidak,” ucapnya.

Ketika Jawa Pos Radar Semarang mencoba mendatangi rumah korban, suasananya tampak sepi. Menurut salah satu tetangga, keluarga korban telah berangkat ke Temanggung untuk menjemput RN. ”Orangnya pergi dari kemarin Mas, nggak tahu pergi ke mana,” kata salah satu tetangga RN. (den/aro/ce1)