KOMITMEN: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro menyerahkan surat komitmen membangun Pasar Johar dan Alun-Alun Masjid Kauman kepada Ketua Takmir Masjid KH Hanif Ismail didampingi pengurus lain, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMITMEN: Calon Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro menyerahkan surat komitmen membangun Pasar Johar dan Alun-Alun Masjid Kauman kepada Ketua Takmir Masjid KH Hanif Ismail didampingi pengurus lain, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAUMAN – Membangun Pasar Johar dan Alun-Alun Masjid Agung Semarang (MAS) atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kauman dalam kurun waktu tiga tahun, merupakan salah satu komitmen pasangan MAZU (Marmo-Zuber) ketika dipercaya masyarakat memimpin kembali Kota Semarang lima tahun ke depan (2016-2021).

Komitmen MAZU tersebut diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat oleh calon Wali Kota Soemarmo Hadi Saputro dan diberikan kepada ketua paguyuban pedagang Pasar Johar serta pengurus MAS, pada Jumat (14/8) kemarin. Surat pernyataan diberikan Soemarmo usai salat Jumat di Masjid Kauman. Diterima langsung oleh Ketua Takmir Masjid KH Hanif Ismail, Lc.

Dalam pertemuan tersebut, Marmo –sapaan akrab Soemarmo— juga memaparkan program serta visi misinya membangun Kota Semarang lima tahun ke depan. Seperti sekolah gratis untuk sekolah swasta, beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi, naik BRT gratis bagi pelajar, serta membangun 10.000 rumah tak layak huni. Kemudian merealisasikan proyek yang telah masuk RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) seperti membangun underpass Jatingaleh, menyelesaikan pembangunan Polder Banger, Polder Tawang, dan pembuatan embung.

”Saat saya menjabat dulu, (pemkot) sudah mendapat bantuan Rp 32 miliar dari Pemerintahan Belanda untuk pembangunan Polder Banger, tapi tidak tahu kenapa saat saya tidak menjabat kok malah tidak jalan,” ujar Marmo.

Soemarmo juga kembali menegaskan, jika dirinya bersama Zuber Safawi mampu melakukan percepatan pembangunan Pasar Johar hanya dalam waktu tiga tahun. Pembangunan dilakukan oleh pemerintah melalui sharing anggaran.

”Saya sudah merancang dan menghitung semua secara detail. Kebutuhan anggaran (membangun Pasar Johar) Rp 1 triliun. Dan saya rasa bisa menggunakan APBN, APBD Provinsi dan Kota. Pemkot sendiri saya rasa kalau Rp 250 miliar masih mampu, selebihnya ditutup dari pusat dan provinsi,” terangnya.

Mantan Sekda Kota Semarang itu juga akan mewujudkan pembangunan Alun-Alun Masjid Kauman seluas satu hektare. Karena selama ini Marmo melihat jamaah Masjid Kauman begitu banyak, utamanya saat salat Idul Fitri, Idul Adha, salat Jumat, serta kegiatan saat bulan puasa.

”Saya ingin alun-alun masjid bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, seperti kegiatan keagamaan atau kegiatan lain yang sifatnya tidak merusak,” tandasnya.

Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanif Ismail menilai program yang dipaparkan Soemarmo memang sangat bagus, dan pihaknya akan mendukung MAZU, sehingga semua program yang telah menjadi komitmen bisa segera direalisasikan. Apalagi selama ini pihaknya memang berharap ada alun-alun di depan Masjid Kauman. Mengingat jumlah jamaah semakin banyak hingga meluber ke luar masjid.

”Saya kira bagus sekali dan sangat ideal, kalau bisa alun-alun bisa kembali tertata rapi lagi. Bagi pihak masjid memang berharap punya alun-alun. Karena bagaimana pun juga selama ini utamanya saat bulan puasa, saat salat Ied selalu meluber ke jalan raya. (Penataan alun-alun) itu menjadi harapan. Jadi saya rasa bagus program yang dipaparkan Pak Marmo,” ujar Hanif, yang saat itu didampingi pengurus MAS, seperti Seksi Pembangunan Masjid Ir Fanani, Ahmad Junaidi, KH Yasruh, H. Sumargo, Abdul Wahid, Muhaimin, H. Arsil, Khamad Maksum, KH Azim Wasi’, dan Muhammad Agus Nur Achman, serta perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Johar, Arifin. (zal/aro/ce1)