ADU KOMPAK:  Tim para guru dari TK-SMA Al Azhar 14 melawan para jamiyyah atau komite sekolah dalam lomba 17-an di Al Azhar Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU KOMPAK: Tim para guru dari TK-SMA Al Azhar 14 melawan para jamiyyah atau komite sekolah dalam lomba 17-an di Al Azhar Tembalang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan RI Ke-70 terus bergulir. Warga Kota Semarang seakan tak ingin menyia-nyiakan momen tahunan ini dengan hanya berpangku tangan. Mulai dari tingkat kampung, instansi pemerintahan, swasta, hingga lingkungan sekolah, mengisi Hari Kemerdekaan dengan berbagai macam perlombaan. Seperti yang dilakukan Yayasan Sekolah Al Azhar 14.

Demi menjaga tali silaturahmi sekaligus kekompakan, para guru dari tingkat TK-SMA Al Azhar 14 Tembalang, menantang para jamiyyah atau komite sekolah, orang tua murid, dalam lomba 17-an di pelataran sekolah tersebut, Jumat (14/8) kemarin. Jika biasanya lomba 17-an sarat dengan lomba para bocah, kini giliran para orang tua yang adu taji memainkan permainan anak-anak. Sebut saja lomba kelereng, estafet air, dan paduan suara.

Yang paling menarik ketika terjadi persaingan di nomor estafet air. Satu tim yang terdiri atas 10 orang berbaris ke belakang. Mereka harus memindahkan air dengan gelas plastik secara estafet. Hanya saja, cara mengoper air tersebut harus lewat atas kepala dan tidak boleh menengok ke belakang. Praktis, tidak sedikit dari mereka yang justru menuang air ke punggungnya sendiri lantaran tidak tahu apakah rekan setinnya sudah siap menampung atau belum.

Dalam lomba ini, yang mengumpulkan paling banyak, tim tersebut berhak mengangkat hadiah yang telah disediakan. ”Setiap lomba akan dipilih tiga pemenang. Masing-masing berhak mendapatkan hadiah berupa bingkisan senilai Rp 400 ribu untuk juara 1, Rp 300 ribu juara 2, dan Rp 200 ribu juara 3,” ungkap Ketua Jamiyyah SMP Al Azhar 14 Rachmasari.

Dia menjelaskan, ini merupakan kali pertama lomba yang melibatkan guru dan jamiyyah. Karena animonya begitu hebat, pihaknya akan mengagendakan lomba ini saban tahun. ”Baru tahun ini ada lomba yang mempertandingkan antara guru dan jamiyyah. Pesertanya cukup banyak dan kompak. Ada 6 tim yang masing-masing diisi 10 peserta. Biasanya hanya lomba anak-anak saja. Kami berencana akan mengagendakan lomba ini setiap tahun untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Al Azhar 14 Tatik Sri Hartati menambahkan, dana yang digunakan untuk lomba kali ini merupakan murni 100 persen dari yayasan. ”Tahun ini, kami tetap mempertandingkan yang tingkat siswa. Ada makan kerupuk, paduan suara, nulis artikel, baca puisi, hulahop, dan futsal,” tegasnya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memeriahkan rangkaian Hari Kemerdekaan RI Ke-70 ini dengan semarak. Mulai dari tingkat kampung hingga di lingkungan sekolah menggelar kegiatan perlombaan yang sifatnya dapat memupuk rasa nasionalisme dan kebersamaan. ”Sudah selayaknya Hari Kemerdekaan RI disambut secara meriah. Mari kita terus semarakkan Hari Kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dan dapat meningkatkan nasionalisme,” harapnya. (amh/zal/ce1)