Pendapatan Ditargetkan Meningkat Rp 102 Miliar

183
PENANDATANGANAN : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA/PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 dan Persetujuan Bersama atas Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIAYAT/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
PENANDATANGANAN : Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA/PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 dan Persetujuan Bersama atas Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIAYAT/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Pendapatan tahun 2015 Kabupaten Pekalongan ditargetkan meningkat sebesar Rp 1.688.506.494.593 (Rp 1,6 triliun) atau bertambah 6,43 persen setara dengan Rp 101.984.897.616 (Rp 101 miliar) pada APBD Perubahan 2015 ini. Peningkatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 250.538.145.521 (Rp 250 milia); Dana Perimbangan sebesar Rp 986.063.368.095 (Rp 986 miliar); dan Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp 451.904.980.977 (Rp 451 miliar).

Hal tersebut terungkap dalam sambutan Bupati Pekalongan, Amat Antono pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan KUPA/PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015, dan Persetujuan Bersama atas Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan, Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan, dan Pengawasan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menjadi Perda, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (12/8) kemarin.

Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Persetujuan Raperda tersebut, dilakukan oleh Bupati Antono dan Ketua DPRD Hj Hindun dan Wakil Ketua DPRD Nunung Sugiantoro. Dengan disaksikan Muspida, para anggota DPRD, dan seluruh kepala SKPD se-Kabupaten Pekalongan serta tamu undangan lain.

Bupati Antono mengatakan bahwa APBD 2015 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp 1.825.991.844.436 (Rp 1,825 triliun) atau bertambah Rp 218.626.772.015 (Rp 218 miliar) atau 13,60 persen. Sehingga akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp 137.485.349.843 (Rp 137 miliar) dan defisit ini akan dipenuhi melalui pembiayaan netto.

Menurutnya untuk anggaran pembiayaan terdiri atas Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan. Dimana, Penerimaan Pembiayaan tahun 2015 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp 144.141.874.399 (Rp 141 miliar) atau naik sebesar Rp 116.641.874.399 (Rp 116 miliar) atau 424,15 persen, yang berasal dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2014 dan Penerimaan Kembali Investasi Dana Bergulir.

Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Tahun 2015, setelah perubahan direncanakan sama dengan penetapan yaitu sebesar Rp 6.656.524.556 (Rp 6,656 miliar). Dengan demikian, maka Pembiayaan Netto setelah perubahan menjadi Rp 137.485.349.843 (Rp 137 miliar).

“Dari struktur Anggaran Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah sebagaimana tersebut diatas maka secara riil terdapat defisit Rp 0 atau Nol Rupiah,” jelas Bupati Antono.

Bupati Antono juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi kinerja dari semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), agar dalam menggunakan anggaran tepat guna dan tepat sasaran disamping efisiensi. “Sehingga anggaran yang telah digunakan, akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tegas Bupati. (thd/ida)