Pengurus MAJT Harus Paham Persoalan Spiritual dan Sosial

357
DOKUMEN PRIBADI
PELANTIKAN: Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP)  MAJT Dr H Noor Achmad MA saat melantik pengurus pleno di aula Masjid Agung Jawa Tengah. (DOK MAJT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELANTIKAN: Ketua Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT Dr H Noor Achmad MA saat melantik pengurus pleno di aula Masjid Agung Jawa Tengah. (DOK MAJT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengurus Dewan Pelaksana Pengelola (PDPP) Masjid Agung Jawa Tengah(MAJT) yang semula hanya 15 orang, kini dimekarkan menjadi 74 orang. Berdasarkan SK Gubernur Jateng Nomor 450/54 Tahun 2015 ditunjuk sebagai Ketua adalah Dr H Noor Achmad MA, Wakil Ketua I, II dan III Prof Dr H Ali Mansyur, KH Hanief Ismail Lc dan H Agus Fathuddin Yusuf.

Sekretariat terdiri atas Sekretaris Drs H Muhyidin MAg, Wakil Sekretaris I dan II Drs H Aufarul Marom MSi dan Drs H Istajib AS. Bendahara dan Wakil Dr Nurhadi dan H Mustain. Dilengkapi enam ketua-ketua bidang. ”Untuk ngurusi masjid seluas 10 hektare, tidak mungkin hanya 15 orang. Maka atas seizin gubernur di bidang-bidang kami kembangkan ada sekretaris bidang dan anggota bidang. Masing-masing sesuai keahlian dan kemampuannya sembilan sampai sepuluh orang,” kata Noor Achmad saat melantik pengurus pleno MAJT di aula Masjid Agung Jawa Tengah, belum lama ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan dibacakan Plh Asisten Kesra Taufik Hidayat mengatakan, semua pengurus dewan pelaksana pengelola harus mampu menjawab persoalan spiritual dan sosial yang terjadi di masyarakat. ”Jadi, ide-ide cerdas harus muncul dari dalam MAJT dalam pengembangan dakwah Islam sebagai agama yang Rahmatan lil ’Alamin. Karena itu, sangat penting bagi saudara semua untuk menyusun program-program kerja yang aplikatif dan langsung bisa dirasakan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat khususnya dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan,” katanya.

Ganjar minta, MAJT menjadi motor dan contoh bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama. Kemegahan fisik bangunan harus diimbangi dengan kecerdasan dalam membangun semangat kebersamaan dan penghargaan di antara anak-anak bangsa. Ini akan memberi dampak luar biasa bagi teciptanya persudaraan dan perdamaian kehidupan di antara umat-umat beragama.

Menjawab harapan gubernur, Ketua MAJT Noor Achmad mengatakan, pihaknya bersama semua pengurus siap mejadikan MAJT tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tetapi juga tempat pengembangan Islam yang moderat, destinasi pemikiran, dan peradaban. Selain itu, juga tempat bertanya bagi siapa saja tentang masalah keislaman dan kemasyarakatan. (*/zal/ce1)