SEMARANG-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengajak 217 grosir atau distributor untuk melihat langsung proses produksi Jamu Sido Muncul di pabrik Bergas Kabupaten Semarang. Selain melihat proses pembuatan jamu, mereka diajak melihat proses pembuatan pupuk cair dari limbah produk yang sudah diekspor ke Amerika Serikat.

“Sebagai ujung tombak penjualan produk Sido Muncul, mereka perlu mengetahui proses produksinya jamu dan kondisi pabrik. Ini penting, agar para grosir ini bisa menerangkan produk knowledge Jamu Jamu Sido Muncul maupun obat tradisional lainnya kepada konsumen,” jelas Presiden Direktur (Presdir) PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, di sela-sela peluncuran produk Tolak Linu yang dihadiri Tantri, vokalis dari grup band Kotak, kemarin.

Menurutnya, kegiatan dengan mengundang grosir itu sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan mitra kerja yang selama ini membantu memasarkan produk-produk Sido Muncul. “Tanpa mereka (grosir, red), produk-produk kami tidak akan berjalan seperti sekarang. Makanya, kami undang mereka semua untuk melihat langsung proses pembuatan jamu,” katanya.

Para grosir dari berbagai daerah di Jateng saat melihat pabrik yang bersih dan hieginis, tampak terkejut dan tidak pernah membayangkan pabrik Jamu Sido Muncul sangat luas. “Proses pembuatan jamu sangat hieginis dan bahan-bahan yang digunakan sudah pilihan dan terseleksi,” tutur Tantri yang juga kagum dengan proses produksi Jamu Sido Muncul tersebut.

Tantri, meski kini sudah menjadi vocalis terkenal Kotak, mengaku dirinya juga pernah menjadi grosir produk Sido Muncul, meski kecil-kecilan. “Biar begini, saya dulu juga grosir kecil-kecilan. Kini, bisa menjadi Brand Ambasador Tolak Linu, merupakan rejeki dari Allah yang harus disyukuri,” tambahnya.

Kedatangan para grosir, imbuh Irwan, selain untuk mengenalkan langsung proses pembuatan jamu, sekaligus berwisata mengenal produk-produk Sido Muncul. “Yang penting mereka akan lebih mantap dalam berjualan,” tambah Irwan.

Pada kesempatan tersebut, PT Sido Muncul meluncurkan tiga produk terbarunya, yakni Tolak Linu Herbal, berupa obat herbal berbentuk cair untuk membantu meredakan pegel linu dan nyeri sendi. Kedua, Tolak Angin Care, yakni minyak angin modern yang diracik dengan bahan herbal dan aromaterapi yang menyegarkan dan berkhasiat membangkitkan semangat dan meredakan gejala masuk angin. Dan ketiga, produk Kuku Bima Energi RTD (Ready to Drink) yaitu minuman energi yang mengandung ginseng, royal jelly, vitamin yang merupakan varian dari produk serupa sebelumnya berbentuk serbuk.

“Kami berharap ketiga produk ini, Tolak Linu, Tolak Angin Care dan Kuku Bima RTD bisa diterima masyarakat. Kalau target, tentunya ingin penjualan sebanyak-banyaknya,” tambah Irwan. (tya/ida)