SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI meminta kepada seluruh jajaran KPU di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 dengan baik. Salah satunya adalah dengan melakukan verifikasi sesuai aturan yang ada.

”Jangan sampai ada yang terlewat. Jangan pula diserahkan kepada staf,” ungkap komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat menjadi pembicara dalam acara bimbingan teknis (bimtek) sosialisasi dan kesiapan kampanye pilkada 2015 yang digelar di Gedung KPU Jawa Tengah, Rabu (12/8).

Ferry menjelaskan, proses verifikasi menentukan pasangan calon yang benar-benar sesuai harapan rakyat. Oleh karenanya, harus dilakukan secara baik dan optimal. Menurutnya, saat ini masih ada waktu hingga ditetapkannya pasangan calon pada 24 Agustus mendatang. ”Setelah ditetapkan, pada 26 Agustus akan dilakukan pengambilan nomor urut,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo menekankan bahwa pada prinsipnya dari 21 kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada di Jawa Tengah telah diberikan proses perbaikan. Tahapan selanjutnya adalah proses verifikasi sehingga nantinya diputuskan dalam rapat pleno sebelum penetapan. ”Termasuk di dalamnya hasil verifikasi atas dua pasangan calon yang tidak mengembalikan berkas dan satu pasangan calon yang mengembalikan namun tidak melakukan perbaikan,” terangnya.

Sebelumnya, Joko menyebutkan bahwa tiga pasangan calon dimaksud adalah pasangan calon perseorangan dari Kota Pekalongan Sudjaka Martana-Fauzi Umar Lahji, paslon perseorangan dari Kabupaten Boyolali Cahyo Sumarso-M. Yakni Anwar, dan pasangan calon dari Kabupaten Klaten Suhardjanto-Sunardi yang diusung PKS, Gerindra, Hanura. ”Dua pasangan awal tidak mengembalikan berkas persyaratan pendaftaran, sedangkan yang terakhir mengembalikan berkas persyaratan tapi tidak diperbaiki,” tandasnya. (fai/zal/ce1)