28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Dejavu Final 2014

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

BERI PERLAWANAN: Skuad SMA Satya Wacana Salatiga (hitam) saat bertanding melawan SMAN 1 Demak kemarin. SMANSA Demak cukup memberikan perlawanan sebelum kalah 20-44. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
BERI PERLAWANAN: Skuad SMA Satya Wacana Salatiga (hitam) saat bertanding melawan SMAN 1 Demak kemarin. SMANSA Demak cukup memberikan perlawanan sebelum kalah 20-44. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Laga ulangan final 2014 yang mempertemukan antara SMA Theresiana 1 Semarang versus SMA Satya Wacana Salatiga (Lab School) bakal kembali terjadi di babak delapan besar Honda DBL Central Java Series 2015 – North Region. Setelah Theresiana yang lebih dulu melaju ke big eight dengan mengalahkan SMAN 4 Semarang 44-26, sore (12/8) kemarin giliran Lab School menyusul ke delapan besar dengan mengalahkan SMAN 1 Demak 44-20.

Harapan besar diusung oleh Lab School untuk revans atas Theresiana setelah musim lalu mereka harus mengakui tim asuhan Arief Djazuli Rahmat itu di final party yang juga digeber di Knights Stadium Semarang. “Kuncinya anak-anak harus bisa tampil lepas dan main normal sesuai dengan kemampuan mereka. dan di game kedua ini (kemarin, red) kami sudah bisa tempil lebuh baik,” terang head coach Lab School, Aditya Krisnha Permana.

Berbagai strategi bahkan telah disiapkan Lab School agar Sunu Wicaksono dkk mampu tampil maksimal meladeni juara bertahan di babak big eight yang akan mulai digelar hari ini salah satunya memaksimalkan masa recovery mereka. “Malam ini (kemarin, Red) kami sengaja menginap di Semarang agar di delapan besar besok (hari ini, Red) anak-anak bisa mendapatkan masa recovery yang maksimal juga,” sambung pelatih yang pernah masuk dalam daftar Honda DBL First Team tersebut.

Kemudian satu lagi tim cowok yang malam kemarin juga menggenapi satu kuota big eight yaitu SMAN 6 Semarang. Ahmad Puji Waluyo dkk akhirnya berhasil menyudahi perlawanan SMAN 1 Karanganyar Demak dengan skor 20-17.

Selain SMAN 6 Semarang, Lab School dan juara bertahan Theresiana, lima tim lainnya yang lebih dulu menggenggam tiket delapan besar adalah SMAN 1 Jepara, SMAN 11 Semarang, SMAN 1 Slawi, SMKN 2 Kendal dan SMA Sedes Sapientiae Semarang. Di big eight, SMAN 6 Semarang akan bersua SMAN 1 Jepara, kemudian SMAN 11 Semarang akan bertemu versus SMAN 1 Slawi dan SMKN 2 Kendal akan menghadapi perlawanan SMA Sedes Sapientiae Semarang. (bas/smu)

Berita sebelumyaJekulo Unjuk Gigi
Berita berikutnyaBabak Sarat Gengsi
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -