46 Desa Sangat Miskin

434

KAJEN–Sebanyak 46 desa dari 285 desa yang ada di Kabupaten Pekalongan, tergolong desa miskin dengan tingkat kemiskinan sangat tinggi dan kategori bergaris merah. Sehingga desa tersebut membutuhkan perhatian khusus untuk membenahi desa tersebut agar tingkat kesejahteraan warganya meningkat setara dengan desa lainnya.

“Dari 285 desa di Kabupaten Pekalongan, masih terdapat 46 desa dan kelurahan dengan tingkat kemiskinan tinggi atau kategori merah,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto saat diadakan acara Lokakarya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (12/8) kemarin.

Menurutnya, untuk mengatasi kemiskinan tersebut, Pemkab Pekalongan telah melakukan langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik dan terpadu, sehingga program kerja yang diaplikasikan desa bisa mengurangi dan memenuhi hak-hak dasar warga miskin di Kabupaten Pekalongan. Termasuk dengan lokarya ini. Harapannya, TKPK melaksanakan Program Penanggulangan Kemiskinan tepat sasaran.

“Program penanggulangan kemiskinan TKPK juga harus lebih terarah dan fokus, sehingga apa yang dilakukan oleh TKPK berdampak positif pada masyarakat miskin di pedesaan,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono berharap lokakarya tersebut dijadikan sarana perenungan. Minimal, untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.

“Meski lokakarya telah dilakukan beribu kali dengan menghasilkan jutaan konsep, jika tidak dilandasi niat dan kesadaran untuk memberantas kemiskinan, akan sia-sia. Catatan saya, angka kemiskinan kita dibandingkan dengan daerah lain masih relatif rendah, namun demikian kita tidak boleh bertepuk dada membanggakan diri tapi terus berkerja keras mencari penyelesaian,” kata Bupati Antono.

Bupati berharap lokarkarya tentang kemiskinan tersebut dapat ditindaklanjuti dan ada eksekusi, bukan hanya diskusi yang menghabiskan anggaran. Sedangkan Pemkab Pekalongan saat ini telah mendorong desa dengan bantuan dana cukup besar, untuk membantu menekan angka kemiskinan. Di antaranya, dengan membuat program desa yang dapat meningkatkan sektor perekonomian yang berdampak pada kesejahteraan warga. “Mari kita bekerja dan jangan hanya berwacana saja,” tegas Bupati. (thd/ida)