KENDAL – Kejaksaan Negeri Kendal kian dibuat pusing oleh ulah terdakwa korupsi bansos tahun 2010 Siti Nurmarkesi. Bahkan, saat hendak ditangkap di rumahnya sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi Semarang, kemarin petang, Siti Nurmarkesi berhasil melarikan diri.

Bahkan, Kejari menegaskan bakal memasukan mantan Bupati Kendal itu sebagai DPO jika tidak kunjung menyerahkan diri. Pihak Kejari, hingga kini terus mengendus keberadaan Markesi yang tersangkut kasus korupsi bantuan sosial, dengan total kerugian senilai Rp 1,3 miliar tahun 2010 silam.

“Beberapa hari kedepan, kami akan terus melakukan pencarian. Statusnya bisa menjadi DPO jika ia belum tidangkap ataupun tidak menyerahkan diri,” kata Kajari Kendal Yeni Andriyani, kemarin.

Yeni menambahkan, sebenarnya Markesi sudah mengajukan kasasi. Demikian halnya dengan kejaksaan, namun putusan Pengadilan Tinggi ‎ Nomor 9‎/Pid.sus-tPK/2015/PT.Smg‎ yang memuat tentang perintah penangkapan Nurmarkesi merupakan perkara lain. “Ia tetap harus ditangkap walaupun sudah menempuh kasasi,” imbuhnya.

Ia menghimbau Markesi memahami dan menghormati proses hukum yang berlaku. Yeni meminta agar mantan Bupati Kendal Markesi secara kooperatif bisa menyerahkan diri. “Lebih baik kooperatif dengan menyerahkan diri dan menyadari jika penangkapan yang dilakukan merupakan keputusan Pengadilan Tinggi yang harud dijalankan oleh Kejari Kendal,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Siti Nurmarkesi gagal ditangkap oleh pihak Kejari Kendal saat petugas mencoba menjemputnya di rumah Markesi yang terletak di Dukuh Peturen Desa Pager Sari, no 92, saat itu pihak Kejari hanya temui kerabat korban yang mengatakan jika Markesi tidak ada dirumah.

Kemudian pencarian kemudian dilakukan dirumah terdakwa yang ada di daerah Manyaran, namun usaha tersebut kembali tidak menemui hasil karena Markesi tidak berada ditempat. “Dugaannya usaha penangkapan ini sudah bocor, sehingga pelaku belum bisa ditangkap,” tambahnya.(den/fth)