SORTIR : Adji Rusmanto, pedagang bawang merah di Pasar Pagi Pemalang sedang menyortir bawang yang akan dijual. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG)
SORTIR : Adji Rusmanto, pedagang bawang merah di Pasar Pagi Pemalang sedang menyortir bawang yang akan dijual. (M RIDWAN/RADAR PEMALANG)

PEMALANG–Akibat pasokan melimpah lantaran di berbagai daerah penghasil bawang merah sedang panen, harganya di Pasar Pagi Pemalang turun antara 40 sampai 50 persen. Namun, penurunan harga justru diiringi penurunan daya beli juga.

Salah satu pedagang bawang merah di kios utara Pasar Pagi Pemalang, Aji Rusmanto, 37, mengatakan bahwa saat ini sejumlah daerah penghasil bawang merah seperti Brebes, Weleri dan Pemalang sedang panen, sehingga pasokannya sangat berlimpah. “Itu yang menyebabkan harga bawang merah menurun,” ujar Aji, ditemui di kiosnya, Senin (10/8) kemarin.

Dikatakan Aji, bahwa bawang merah kualitas super sekarang dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram, sedangkan jenis biasa Rp 8 ribu per kilogram. Harga tersebut pada dua minggu sebelumnya masih antara Rp 17 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram. Oleh karenanya pembeli sepi, mereka lebih banyak membeli bawang merah keliling yang dijual oleh pedagang eceran daripada harus ke kios. “Bahkan satu bulan yang lalu masih Rp 25 ribu per kilogram,” kata Aji.

Menurutnya, akibat melimpahnya bawang merah di pasaran, daya beli masyarakat di kiosnya sepi. Dia yang biasanya bisa menghabiskan bawang merah sebanyak 1,5 kuintal, sekarang hanya setengah kuintal. Harga bawang merah selama ini mengikuti harga dari dua daerah, yakni Brebes dan Weleri. Jika di daerah itu naik, maka akan naik. Karena semua daerah sedang panen, belum bisa diprediksi kapan harga akan stabil. “Disini sebetulnya jual karungan, tetapi karena kondisi sepi jadi di ecer kiloan,” kata Solihin, penjual satunya.

Disampaikan pula, di kiosnya selain menjual bawang merah untuk dikonsumsi langsung sebegai keperluan memasak dan lainnya, juga menjual bawang merah bibit untuk para petani. Harga bibit bawang merah saat sekarang antara Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta per kuintal. Bawang merah untuk bibit bentuknya agak kecil dan setiap siungnya satu-satu dan hampir sama besarnya, akan tetapi bawang merah yang untuk dikonsumsi bentuknya ada yang besar atapun kecil, siungnyapun terkadang ada yang dobel (dompolan dalam Bahasa Jawa, red).

Terkait menurunnya harga bawang merah yang berdampak meruginya petani dan pedagang, dia berharap ada campur tangan pemerintah agar bisa mengendalikan harga di pasaran. Sehingga saat harga naik, tidak terlalu membebani pembeli, saat turun juga tidak menjadikan petani dan pedagang merugi. “Harga stabil di atas Rp 10 ribu per kilogram saja sudah cukup, tidak usah sampai tinggi sekali,” terangnya. (rid/jpnn/ida)