Kios Terbakar, Bocah Tewas Terpanggang

143

KAJEN-Nasib naas dialami seorang bocah di Desa Api-Api, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa pagi (11/8) kemarin. Erza Zaviensyah Ittaqwa, 3, ditemukan sudah tidak bernyawa, setelah terpanggang di dalam kios bensin milik orangtuanya. Korban Erza ditemukan berada di bawah meja, dengan posisi telentang.

Erza merupakan anak semata wayang dari pasangan Erna Evianti dan Zaenal Taufikurohman, warga Pagedangan, Desa Api-Api RT 1 RW 1 Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Kejadian tersebut bermula pada Selasa pagi (11/8) kemarin, pukul 07.30, ketika Erna usai memandikan Erza, untuk selanjutnya diantar ke sekolah PAUD. Namun sebelum berangkat, Erna memasak nasi untuk sarapan. Karena ada keperluan lain, Erna pergi ke rumahnya yang berjarak 25 meter dari kios miliknya.

Namun saat Erna berada di rumah tersebut, terdengar teriakan warga kalau ada kebakaran. Spontan Erna keluar rumah dan berteriak histeris. “Anakku, anakku, Erza di dalam kios,” teriak Erna sambil berlarian.

Melihat api membesar, warga sekitar langsung memadamkan api dengan air seadanya, hingga 30 menit kemudian padam. Namun saat api membesar, Erna ibu korban sempat hendak menerobos ke dalam kobaran api, namun dicegah oleh warga. Hingga Zaenal Taufikurohman ayah korban, langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan Erza berada di bawah meja dengan posisi telentang dan sudah tidak bernyawa. Diduga korban berlindung ketika terjadi kebakaran.

Perangkat Desa Api-Api, Harjanto, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi ketika pemilik kios berada di rumahnya yang berjarak 25 meter dengan meninggalkan anaknya di dalam kios. Kebakaran terjadi, diduga karena adanya sambaran api yang berasal dari kompor tempatnya memasak ke botol bensin yang tak jauh dari dapur tersebut. “Kejadiannya begitu cepat tak lebih dari 30 menit,” kata Harjanto.

Kepala Pos Polisi Wonokerto, Iptu Yoyok Edi Susilo menegaskan bahwa peristiwa kebakaran ini terjadi, diduga akibat api dari kompor gas yang menyambar bensin. “Untuk selebihnya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian,” tegas Iptu Yoyok Edi Susilo.

Sementara itu, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan, usai melakukan olah tempat kejadian perkara langsung mengevakuasi korban. Korban langsung dimakamkan hari Selasa sore (11/8) kemarin di pemakaman desa setempat. (thd/ida)