POTENSIAL: Puluhan kera berkeliaran di area parkir Goa Kreo Semarang, beberapa waktu lalu. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Puluhan kera berkeliaran di area parkir Goa Kreo Semarang, beberapa waktu lalu. (ADITYO DWI R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Taman Wisata Goa Kreo, Semarang, digadang-gadang mampu menajdi objek wisata paling wahid di Kota Semarang ke depan. Salah satu destinasi unggulan Kota Lunpia ini masih menyimpan banyak potensi yang belum tergali.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) Benita Arijani usai pertemuan dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri di Balaikota, kemarin mengatakan, Goa Kreo bisa dikemas lebih optimal untuk menarik para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Apalagi sekarang sudah ada Waduk Jatibarang. Tinggal mengemas saja, saya kira ini bisa menjadi destinasi wisata baru yang cukup bagus bagi wisatawan,” terangnya.

Jika digali lebih dalam lagi, mungkin akan muncul beberapa wahana baru. Seperti atraksi ratusan kera penghuni Goa Kreo yang selalu ditampilkan dalan prosesi Sesaji Rewanda setiap H+3 Lebaran. Hal ini dirasa unik dan bisa dikembangkan. Benita mengaku, Semarang yang sudah banyak terdapat wisata heritage seperti Kota Lama, Lawang Sewu, Sampoo Kong, dan lain sebagainya, butuh tempat yang segar seperti wisata alam. “Kebetulan, rencananya tahun ini BP2KS punya beberapa agenda yang bersinergi dengan Disbudpar Kota Semarang. Jadi sekalian jalan, kami berharap bisa memberikan objek wisata segar bagi wisatawan yang datang ke Semarang,” harapnya.

Sementar itu, Kadisbudpar Masdiana Safitri menyambut baik inisatif BP2KS untuk memajukan pariwisata di kota ini. Dia menegaskan, Kota Semarang masih punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Senada dengan Vera, dia juga menyebut Kreo sebagai salah satu potensi yang ada. “Nanti kami akan mengadakan acara di sana yaitu pagelaran sendratari. Kami berharap acara itu bisa menambah keistimewaan Kawasan Kreo sehingga bisa menarik banyak wisatawan,” katanya.

Masdiana menuturkan, pengembangan objek wisata butuh dukungan dari masyarakat. Terutama warga sekitar. Mereka selalu menjadi pendukung utama dalam program pariwisata yang dijalankan. (amh/smu)