KAKEK CABUL : Nurudin tersangka pencabulan terhadap cucu tirinya, Selasa (11/8) kemarin, diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAKEK CABUL : Nurudin tersangka pencabulan terhadap cucu tirinya, Selasa (11/8) kemarin, diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sungguh bejat apa yang dilakukan M Nurudin Bin Ubadi, 48, warga Dukuh Jipangan Wetan, Desa/Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Meski telah memiliki tiga isteri, masih tega mencabuli cucu tirinya dari isteri ketiga, NW yang berusia 12 tahun.

Ironisnya, pencabulan tersebut dilakukan ketika ditinggal nenek kandungnya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong. Bahkan, pencabulan dilakukan lebih dari 5 kali. Ketika Nurudin sempat tepergok isteri keduanya dan pernah ditegur, namun hal itu tidak membuatnya jera dan malu.

Kasus ini terungkap ketika Muji, 34, warga Desa Winong, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, ayahnya NW, berkunjung ke rumah Nurudin yang kini menjadi kakek tirinya. Karena sudah tidak tahan dan takut hamil atas perlakuan kakek tirinya, akhirnya NW menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada Muji ayahnya. Muji akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan.

Nurudin ketika diperiksa di Polres Pekalongan, Selasa (11/8) kemarin, mengakui bahwa pencabulan bermula pada Mei lalu, ketika Nurudin usai melakukan salat Isya di musala, tidak sengaja melihat NW di jalan yang sedang bermain dengan teman-temannya.

Dengan diiming-imingi uang Rp 30 ribu, akhirnya NW mau diajak jalan oleh kakek tirinya dan dibawa ke kebun tebu yang berada di belakang rumah. NW langsung dicium oleh kakek tirinya, hingga terjadi hubungan badan. Sejak saat itu, NW sering diajak hubungan intim dengan iming-iming uang Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. “Saat itu, saya menggunakan sarung sebagai alas untuk berhubungan dengan cucu saya NW,” ungkap Nurudin.

Nurudin juga mengatakan bahwa dirinya menikah dengan Sutinah, 32, nenek NW, karena setiap bulannya mengirimkan uang untuk menjaga NW. Sedangkan orang tua NW bekerja di Kabupaten Kendal dan menengok beberapa bulan sekali. Sedangkan isteri pertama Nurudin dalam proses cerai, adapun isteri keduanya atau isteri sirinya tinggal bersama dengan NW dan Nurudin. “Meski Novi baru berumur 12 tahun, tapi badannya seperti anak dewasa dan saya tergiur,” kata Nurudin.

Bahkan pencabulan itu terjadi tidak hanya sekali. Melainkan lebih dari lima kali di tempat dan gaya yang sama. Nurudi atau tersangka juga sempat mendokumentasikan perbuatan cabulnya dengan mengambil foto melalui ponsel dibantu alat penerangan senter, yang kini dijadikan sebagai alat bukti.

Sementara itu, Wakapolres Pekalongan, Kompol Widiyantoro, menegaskan tindakan cabul dilakukan oleh kakek tiri korban sebanyak lebih dari lima kali. Yakni pada Kamis, 2 Juli 2015 pukul 18.30; Kamis, 9 Juli 2015 pukul 18.30; Sabtu, 18 Juli 2015 pukul 18.30; Senin, 27 Juli 2015 pukul 09.00; dan Minggu, 2 Agustus 2015 pukul 18.30 di kebun tebu belakang rumahnya.

Adapun barang bukti diamankan berupa sepotong celana jins, warna hitam, sepotong blazer batik warna hijau, sepotong kaos lengan pendek warna biru dongker, miniset warna pink, celana dalam warna putih, sarung warna hijau, handphone Nokia seri 206 warna merah, beserta MMC 2G.

“Tersangka kini dikenai Pasal 118 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun kurungan. Tersangka ditahan di Rutan Polres Pekalongan, terhitung mulai 9 Agustus 2015,” terang Wakapolres. (thd/ida)