Sekilo Rp 100 Ribu, Pembeli Sepi

196

HARGA DAGING_NURCHAMIM (3)-web

SEMARANG – Puluhan pedagang daging sapi di Pasar Karangayu Semarang mengeluhkan sepinya pembeli. Hal itu terjadi karena naiknya harga daging sapi yang berimbas pada turunnya jumlah pembeli. Pedagang daging sapi mengaku rata-rata hanya melayani pembeli yang sudah langganan atau pesanan dari pedagang bakso dan warung makan.

Salah seorang pedagang Qodir, 53, mengatakan harga daging yang biasanya berkisar Rp 93 ribu hingga Rp 95 ribu rupiah, naik menjadi Rp 100 ribu per kilogramnya. “Naiknya harga itu sangat memberatkan bagi pembeli,” katanya.

Lebih lanjut Qodri mengaku naiknya harga daging sapi ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu dan hingga kini harganya masih tetap di kisaran Rp 100 ribu rupiah. “Tentunya membuat sebagian besar pedagang mengalami penurunan bahkan sejumlah pembeli terpaksa tutup lebih awal, karena sepinya pembeli,” ungkapnya.

Kenaikkan harga daging, ungkapnya, terjadi karena dari petani sapi sudah menaikkan harga karena stok sapi mengalami penurunan di rumah pemotongan hewan. Terlebih di Rumah Pemotonngan Hewan (RPH) ongkos potongnya juga mengalami kenaikkan.

“Sehingga secara otomatis membuat omzet dari pedagang daging sapi turun drastis hingga stok dagangan setiap harinya sisa,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Jateng, Prjo Anggoro mengaku telah menjami ketersediaan daging sapi masih aman hingga dua bulan ke depan dan Pemerintah Provinsi siap memenuhi kebutuhan daging daerah lain jika memang dibutuhkan. “Ketersediaan daging di jateng saat ini mencapai 29.000 ton dengan tingkat kebutuhan rata-rata per bulannya mencapai 5 ribu ton,” katanya. (hid/smu)