Produksi Industri Mikro dan Kecil Meningkat

148

SEMARANG – Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II Provinsi Jawa Tengah naik sebesar 4,02 persen dari triwulan sebelumnya. Kelompok industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya memberikan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan tersebut.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Jamjam Zamachsyari mengatakan, dari 23 kelompok industri, 10 di antaranya memberikan kontribusi kenaikan, kemudian 12 kelompok industri lainnya mengalami penurunan dan 1 kelompok industri pertumbuhannya 0 persen. Kelompok industri yang menyumbang kenaikan diantaranya kelompok industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang berkontribusi hingga 12,47 persen. Kemudian kelompok industri logam dasar sebesar 8,08 persen.

Delapan industri lainnya yang memberikan andil terhadap kenaikan yaitu, industri makanan, industri pengolahan, industri tekstil, industri percetakan dan reproduksi media rekaman, industri pakaian jadi, industri furniture, kelompok jasa reparasi dan pemasangan mesin serta kelompok industri mesin. Sedangkan kelompok industri yang mengalami penurunan, diantaranya kelompok industri komputer, barang elektronik dan optik yang menunjukkan penurunan hingga – 8,71 persen. Termasuk juga kelompok industri kulitm kertas, bahan kimia serta kelompok industri farmasi.

Jamjam menambahkan, industri manufaktur mikro dan kecil merupakan suatu usaha industri yang didasarkan atas jumlah tenaga kerja antara 1 sampai dengan 19 orang, termasuk didalamnya adalah industri rumah tangga. “Meskipun hanya sebagai industri mikro maupun kecil, namun ikut mendukung pembangunan khususnya di sektor industri. Sehingga keberadaannya tidak dapat diabaikan begitu saja,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah mengatakan, pihaknya mendukung kemajuan industri manufaktur mikro dan kecil. Di antaranya dengan memfasilitasi pameran serta promosi produk-produk industri kecil. (dna/smu)