Minim Fasilitas, Panjat Tebing Juara Umum

345
BERPRESTASI : Meski tak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, atlet panjat tebing Kabupaten Batang mampu menyabet juara umum. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPRESTASI : Meski tak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, atlet panjat tebing Kabupaten Batang mampu menyabet juara umum. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Meski minim fasilitas untul berlatih, atlet panjat tebing Kabupaten Batang mampu menunjukkan prestasinya. Bahkan mampu menyabet juara umum dalam Kejuaraan Panjat Tebing tingkat Provinsi Jawa Tengah bulan Agustus 2015 kemarin.

Gelar juara ini bukan yang pertama disandang oleh atlet panjat tebing Kabupaten Batang. Sebelumnya pada tahun 2014 juga menjuarai event panjat tebing nasional, meski bukan sebagai juara pertama. Padahal fasilitas yang digunakan untuk berlatih atlet panjat tebing Batang, jauh dari layak. Seperti papan panjat yang sudah mulai keropos.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Kabupaten Batang Batang, Putut Husamadiman, Senin (10/8) kemarin, mengatakan bahwa atlet FPTI Batang sudah berulang kali mengharumkan nama Kabupaten Batang, baik di kejuaraan tingkat karesidenan, provinsi hingga nasional.

“Bahkan pada Agustus ini, Kabupaten Batang menjadi juara umum kejuaraan panjat tebing tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan perolehan 19 medali yaitu, 10 emas, 3 perak dan 6 perunggu. FPTI menyabet semua medali hingga menjadi juara umum,” kata Putut.

Putut juga menandaskan bahwa untuk menjadi juara umum dibutuhkan perjuangan keras dalam berlatih. Karena kejuaraan tingkat Propinsi Jawa Tengah sangat bergengsi dan lawanpun memiliki kekuatan yang sama.
“Kekurangan itu menjadi dasar motivasi kami untuk menunjukkan bahwa kami mampu berprestasi walau tidak memiliki sarana prasarana yang memenuhi syarat,” jelas Putut.

Sementara itu, Pelatih Panjat Tebing, Kabupaten Pekalongan,Yusnita, menuturkan bahwa anak-anak Kabupaten Batang sebenarnya punya potensi besar, untuk menjadi atlet panjat tebing yang berprestasi. Namun keterbatasan peralatan menjadi kendala, sehingga tidak bisa berkembang menjadi lebih baik pada tingkat nasional.

“Kami berharap, Pemkab Batang memperhatikan cabang olah raga panjat tebing dengan membangunkan sarana wall climbing, baik speed maupun leed,” harapnya. (thd/ida)